Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Melemah Menunggu Kabar Dari Federal Reserve

Dolar Melemah Menunggu Kabar Dari Federal Reserve

533
0
Petugas memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari Selasa 4 September 2018. SP/Joanito De Saojoao.

Dolar pada hari Selasa diperjualbelikan pada keadaan yang amat datar, sedangkan Euro mengalami pelemahan minor terkait perkembangan sanksi lanjutan bagi Rusia dan Dolar Australia yang mengalami efek angkat dari kebijakan berani dari Bank Sentral Australia.

Dolar Index yang mencatat pergerakan Dolar terhadap kumpulan mata uang besar lain pada pukul 07:00 UTC diperdagangkan menurun pada 98,955, sedikit di bawah catatan terbaik mingguan di angka 99,083 yang digapai pada hari sebelumnya.

Dolar pada minggu ini bergerak didasarkan oleh keadaan investor yang menunggu hasil dari pertemuan penentuan kebijakan Federal Reserve yang dilaksanakan pada bulan lalu, untuk diumumkan pada Rabu ini.

Perkiraan yang muncul adalah bank sentral akan menggunakan pendekatan yang lebih hawkish pada pertemuan di bulan Mei, terlebiih lagi setelah laporan pekerjaan yang menunjukkan bahwa pembayaran gaji nonpertanian meningkat menjadi 431.000 pekerjaan bulan lau, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,6%.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa pihak Rusia dan anteknya akan “merasakan konsekuensi” dari apa yang telah mereka lakukan di Bucha, sementara penasihat kemanan negara Biden, Jake Sullivan mengabarkan bahwa minggu ini hukuman lanjutan untuk Rusia akan dikeluarkan.

Mata uang lain mampu mengimbangi Dolar

Pernyataan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kudora yang menyatakan bahwa saat ini perekonomian Jepang tergolong “amat baik”membuat USD/JPY turun 0,2% ke 122,58, jatuh lebih dalam dibandingkan rekor terbaik dalam beberapa tahun terakhir di angka 125,10 yang dicapai pada akhir maret. Hal ini membuat para pembuat kebijakan memperhatikan pergerakan ekonomi secara seksama.

Sementara, AUD/USD naik 0,9% menuju 0,7607, naik ke rekor terbaik dalam sembilan bulan terakhir, setelah Bank of Australia tetap mengumumkan suku bunga mereka pada angka 0,1% di pertemuan kebijakan terbaru merekakan bahwa kenaikan bunga akan terjadi.

GBP/USD naik 0,1% ke angka 1,3133, USD/CNY berada pada posisi stagnan di angka 6,3638, sementara USD/TRY naik 0,1% pada angka 14,7092 pada hari dimana inflasi negara Turki melonjak kepada angka tertinggi dalam 20 terakhir pada Maret, diiringi dengan kenaikan harga bahan konsumsi sebesar 61,1% selama bulan lalu.

EUR/USD tidak bergerak di angka 1,0972, bertahan diatas titik terendah dalam seminggu, dalam pembicaraan terbaru terkait sanksi untuk Moskow disebabkan tuduhan penyerangan terhadap masyarakat sipil oleh tentara Rusia di kota Bucha.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses