Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Kebijakan Biaya Import China Dari Donald Trump Mempengaruhi Dolar AS

Kebijakan Biaya Import China Dari Donald Trump Mempengaruhi Dolar AS

622
0
U.S. President Donald Trump reacts during a news conference after his summit with North Korean leader Kim Jong Un, at the JW Marriott Hotel in Hanoi, Vietnam February 28, 2019. REUTERS/Jorge Silva

DXY berusaha kuat dalam perdagangan ini hari 7/8, tapi ketahan dekat rata-rata 97.60-an. Walau Greenback sudah sempat melejit karena pelemahan Dolar Aussie serta Kiwi pada session Asia, tapi tindakan jual bersambung versi mata uang safe haven.

 

Ketertarikan efek lebih buruk sebab aktor pasar menghadapi penambahan sangsi AS pada China, hingga USD/JPY turun 0.5 % ke posisi 105.92 serta USD/CHF selip 0.1 % ke posisi 0.9754.

 

Awal minggu ini, China biarkan nilai ganti mata uangnya jatuh sampai tembus 7.0 pada Dolar AS, diduga jadi pembalasan atas aksi Trump meningkatkan biaya import satu minggu awalnya.

 

Langkah China jadi perhatian pasar serta memunculkan kepanikan, sebab ada kecemasan jika perang dagang akan menjadi perang mata uang.

 

Menyikapi langkah China, Presiden Donald Trump memerintah pada Departemen Keuangan AS untuk memberi cap penipuan mata uang pada China. Jadi resiko dari pelabelan itu, investor serta trader sekarang menghadapi diluncurkannya sangsi penambahan dari Amerika Serikat pada China.

 

Dalam satu interviu dengan CNBC, Rohit Garg, seseorang analis mata uang dari Bank of America Merrill Lynch, mengutarakan jika banyak faksi memprediksi Amerika Serikat akan meningkatkan biaya import buat USD300 Miliar produk China dari 10 % jadi 25 %.

 

Walau sebenarnya, biaya import setinggi itu akan makin mengakibatkan kerusakan sentimen pasar serta peluang menggerakkan Federal Reserve untuk ambil aksi tersendiri.

 

Fed akan terdengar lebih dovish, Fed akan dengan aktual memotong suku bunga, tuturnya. Bila hal tersebut berlangsung, karena itu Dolar AS akan makin susah untuk reli. Saat yang sama, Yuan dapat juga melemah sampai lebih dari 7.5.

 

Sekarang, Washington sudah mengaplikasikan biaya import sebesar 25 % pada USD250 Miliar produk asal China, serta biaya sebesar 10 % pada USD300 Miliar bekasnya.

 

Presiden Trump masukkan perusahaan telko raksasa China, Huawei, dalam daftar hitam, hingga memutuskan rekanan bisnisnya dengan bermacam perusahaan AS.

 

Beijing dengan aktif menyikapi serangan AS dengan meningkatkan biaya hampir serupa tinggi pada beberapa produk asal AS, dan hentikan pembelian beberapa produk agri AS.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses