Ada kabar yang cukup mengejutkan dari perekonomian Inggris. Di mana untuk sekarang ini Inggris dikabarkan semakin dekat dengan resesi, mengarah pada analisis tentang inggris resesi setelah revisi angka memberikan gambaran perekonomian menurun drastis pada kuartal sebelumnya.
Ini bisa dilihat melalui produk domestik bruto (PDB) Inggris yang mengalami penurunan sebesar 0,1 persen antara bulan juli dan September. Dari sini revisi mengalami penurunan dari prediksi sebelumnya tentang pertumbuhan datar. Hal ini dilaporkan oleh data baru yang dirilis pada hari Jumat oleh Kantor Statistik Nasional.
Inggris Semakin Dekat Dengan Resesi Teknis
Di mana angka-angka baru memberikan gambaran bahwa tidak ada pertumbuhan dalam tiga bulan sebelumnya, turun dari pertumbuhan 0,2 persen yang dihitung sebelumnya. Untuk data yang sudah dikeluarkan pada bulan Februari akan memberikan gambaran apakah Inggris sudah memasuki resesi teknis, yang didefinisikan sebagai kondisi ketika perekonomian menurun selama dua kuartal secara beruntun.
Dari sini, Menteri Keuangan, Jeremy Hunt langsung memberikan tanggapan, “Prospek jangka menengah Inggris jauh lebih optimis daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka ini.”
Akan tetapi, para analis menjelaskan hal ini akan menunjukkan bahwa Inggris sejauh ini bisa dikatakan berhasil dalam ‘bertahan’ tanpa resesi.
Richard Carter, kepala penelitian bunga tetap di Quilter Cheviot, juga memberikan komentar dalam sebuah pernyataan, “Pertumbuhan melemah dan suku bunga benar-benar mulai menggigit dan meskipun resesi masih dapat dihindari hingga saat ini, tidak ada jaminan resesi akan terhindarkan pada tahun 2024.”
Komentar lanjutan juga disampaikan oleh Richard, “Inflasi telah mereda lebih dari yang diperkirakan dan prediksi suku bunga menunjukkan lebih banyak pelonggaran daripada yang diperkirakan pada tahun 2024, namun kerusakan mungkin sudah terjadi. Tentu saja, janji Rishi Sunak untuk menumbuhkan perekonomian kini sangat diragukan.”






