Wabah virus corona tidak cuma mengganggu pekerjaan usaha di China. Pekerjaan industri di beberapa dunia dapat juga terserang efek negatif dari wabah yang telah menelan lebih dari 900 korban jiwa ini.
Dikutip dari CNN, industri manufaktur di penjuru dunia mempunyai ketergantungan pada suku cadang dari China untuk jaga rantai suplai mereka masih berjalan.
Beberapa pakar cemas jika pabrik-pabrik di penjuru dunia akan berhenti bila banyak pabrik di semua China masih tidak bekerja pada minggu ini.
Pabrik otomotif dapat jadi yang pertama rasakan efeknya. Itu sebab besarnya andil industri suku cadang mobil dari China.
Perlu kehilangan satu sisi suku cadang untuk mengehentikan produksi, kata Mike Dunne, seorang konsultan industri otomotif di Asia serta bekas kepala operasi GM di Indonesia.
Ia menjelaskan terdapat beberapa contoh di waktu dulu dimana permasalahan seperti kebakaran atau musibah alam yang tutup satu pabrik penyuplai bisa mengubah pabrik mobil di penjuru dunia.
Karenanya, efek dari penutupan pabrik karena virus ini dapat tambah lebih besar.
China ialah penyuplai penting suku cadang untuk pabrik mobil di penjuru dunia dengan mengirim suku cadang sejumlah hampir US$ 35 miliar pada tahun 2018.
Berdasar data dari Administrasi Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan AS, Seputar US$ 20 miliar elemen China di-export ke Amerika Serikat pada tahun 2018.
Sesaat beberapa dijual ke beberapa toko eceran onderdil mobil.






