Mengawali perdagangan pasar forex hari Selasa 11/02/2020 terlihat kemampuan dolar AS mixed, sesudah perdagangan awalnya naik ke pucuk paling tinggi semenjak perdagangan bulan Oktober 2019.
Antara lawan dolar yang terbanyak alami desakan yakni kurs euro dalam pair EURUSD.
Kurs euro jatuh ke urutan paling rendah baru 2020 di 1,0906 pada saat dolar AS serta safe haven menjaga kemampuan mereka ditengah-tengah kecemasan coronavirus yang terus-terusan.
Euro tidak bisa bangun tadi malam walau indeks Kepercayaan Investor Sentix Februari untuk Uni Eropa di urutan 5,2, melebihi keinginan awalnya di urutan 4, walau dibawah 7,6 data bulan awalnya.
Poundsterling masih terjerat di antara data Inggris yang kuat serta kecemasan berkaitan Brexit.
PM Johnson menjelaskan jika UE tidak menyepakati persetujuan style Kanada, ia akan tinggalkan perbincangan dengan UE. Mengakibatkan poundsterling sempat jatuh ke paling rendah baru 2020 di 1,2871.
Berikut beberapa katalis penggerak pasar ini hari yang penting dilihat oleh beberapa trader forex:
- Korban meninggal karena virus Corona sudah sampai 900 jiwa lebih dengan jumlahnya terinfeksi 40.171 jiwa.
- Bursa saham Amerika sukses cetak rekor penutupan paling tinggi untuk 2 indeks intinya, tetapi urutan imbal hasil obligasi AS session Asia masih kelihatan bergerak negatif meneruskan perdagangan tadi malam.
- Untuk berita ekonomi, yang perlu dari Eropa akan dikeluarkan data prelim GDP Inggris, produksi manufaktur serta produksi industri.
- Dari lokasi Amerika cuma launching minor seperti JOLTS job opening.
Presiden ECB serta Fed dalam tempo serta tempat tidak sama berpeluang bicara di depan parlemen semasing berkaitan laporan tahunan mereka.
Presiden ECB di depan European Parliement sedang Presiden Fed di depan House Financial Services Committee.






