Gerakan pair USDJPY di hari Selasa 11/02/2020 susah untuk ikuti arus dolar AS yang makin membumbung tinggi ditengah-tengah situasi pasar yang lebih pilih safe haven yen waktu pasar Jepang libur ini hari.
Desakan pair kelihatan dari anjloknya imbal hasil obligasi AS dan awal negatif bursa saham Amerika yang ditutup kuat.
Selain itu IMF dalam laporan stafnya menjelaskan Bank Jepang begitu optimistis dalam sampai sasaran inflasi 2% yang mengakibatkan kerusakan integritas bank.
Dimana BOJ harus mengklarifikasi jika mereka tidak terlalu fokus pada inflasi serta kestabilan keuangan.
Dengan teknikal pair USDJPY akan terjun ke urutan 109.65, bila tembus melaju ke urutan 109.55 sampai 109.40.
Tetapi bila berlangsung revisi naik akan mendaki ke urutan 109.80, bila tembus mendaki ke urutan 109.90 sampai 110.04.
Laporan NFP AS semakin Membaik
Jumat akhir minggu kemarin Departemen Ketenagakerjaan AS memberikan laporan, ada 225,000 jobs yang ditambah lagi pada bulan Januari 2020, di pimpin oleh penambahan ketenagakerjaan di bidang konstruksi.
Hasil itu tambah tinggi dibanding prediksi ke 163,000, dan dibanding NFP bulan awalnya yang direvisi turun jadi 147,000.
Temperatur cuaca AS yang sedang tak begitu dingin atau begitu panas disebut jadi simpatisan penting penambahan lapangan kerja bulan kemarin.
Akan tetapi, momen bidang ketenagakerjaan AS dipandang melambat, terutamanya disaksikan dari perkembangan gaji per-jam yang lebih rendah dibanding harapan, mesi naik bila dibanding dengan bulan Desember 2019.
Average Hourly Earnings AS tumbuh 0.2 %, lebih rendah dibanding harapan kenaikan ke 0.3 %. Tingkat Pengangguran juga naik dari 3.5 %, jadi 3.6 %.
Penciptaan lapangan kerja yang kuat serta kuatnya perkembangan gaji pada bulan Januari, sediakan kejelasan jika ekspansi ekonomi dalam periode panjang masih memiliki ruangan untuk bertumbuh, kata Lydia Boussor.
Tetapi, laporan kesehatan ekonomi paling baru ini memperlihatkan tingkat ‘kematangan’ pasar tenaga kerja.
Koreksi referensi memberikan indikasi jika pasar tenaga kerja condong tidak se-remaja seperti dua tahun sebelumnya. lebih ekonom itu.






