Beranda Tak Berkategori Hedge Funds Masih Relatif Bearish Terhadap Dolar

Hedge Funds Masih Relatif Bearish Terhadap Dolar

801
0

Sekarang ini, perusahaan Hedge Funds menumpuk taruhan Bearish terhadap Dolar, dengan tempat trading short netto menjangkau volume paling besar dalam empat tahun paling akhir. ” Kita selalu lihat kelemahan berkepanjangan pada Dolar, ” tegas Kristina Hooper, Pakar Taktik Pasar Global di Invesco, ” Ini mengekspresikan kepercayaan, atau persisnya minimnya kepercayaan investor global, pada ekonomi AS. ”

 

Mulai sejak bulan Mei, Robert Sinche, sebagai pimpinan Pakar Taktik Global di Amherst Pierpoin, menyebutkan pada CNBC, ” Dana investasi global tidak terasa aman datang ke AS. Bila Anda tidak memperoleh arus modal masuk dikarenakan argumen politik, jadi defisit Current Akun juga akan menggantikan disorot red. ” Defisit Current Akun AS lalu mendorong penguatan mata uang dari negara-negara dengan Current Akun dalam keadaan surplus, seperti Euro serta Yen.

 

Dalam kolom paling barunya di Proyek Syndicate yang bertanggal 16 Agustus 2017, profesor terkenal bagian ekonomi politik internasional, Benjamin Cohen, mencatat, ” Pasar sudah kirim tanda kurang percaya mereka terhadap Trump sepanjang berbulan-bulan. terkait tujuan tersebut, ketakutan juga akan krisis baru umpamanya perang terbuka dengan pihak Korut dapat mendukung pelarian arus modal capital flight oelh Dolar, hingga bila itu berlangsung maka AS mesti bertemu dengan krisis Dolar sekalian potensi perseteruan militer. ”

 

Walau demikian, bagaimana bila lemahnya Dolar sekarang ini malah suatu hal yang memang dikehendaki oleh Donald Trump?

 

Awal Agustus ini, dalam satu transkrip wawancara bersama Wall Street Journal yang dipublikasikan dari media Politico, Trump menyebutkan, ” Saya sukai Dolar yang tidaklah terlalu kuat. Maksud saya, saya telah lihat Dolar yang kuat. Serta jujur saja, terkecuali kenyataan kalau itu kedengarannya bagus, (sesungguhnya) beberapa hal buruk berlangsung dengan dolar yang kuat. ”

 

Kenyataannya, kurs Dolar yang kuat memanglah memberi purchasing power lebih tinggi untuk Amerika Serikat serta membantunya dalam menegakkan gambaran jadi negeri adidaya. Walau demikian, kuatnya Dolar juga buat harga beberapa barang buatan AS jadi lebih mahal dalam pasar global. Walau sebenarnya, sekitaran 43% dari hasil dari emiten dalam data S&P500 didapat dari penjualan internasional.

 

Melihat Donald Trump kelihatannya berpedoman pandangan ekonomi tradisional yang menyepelekan prinsip pembangunan berkepanjangan serta pemerataan pendapatan dan demikian sebaliknya, mensupport teori perkembangan ekonomi yang didorong dari stimulus fiskal serta trickle-down effects untuk pengurangan pajak untuk golongan kaya ; jadi bisa jadi benar, ia inginkan Dolar melemah.

 

Problemnya, ini yaitu pandangan yang langka di banding presiden-presiden AS terlebih dulu. Kurs Dolar yang tinggi serta stabil biasanya dipandang jadi prestise negeri sekalian memungkinkannya jadi safe haven untuk dunia di saat dunia bergejolak.

 

Seperti di sampaikan Benjamin Cohen juga, ” Sudah pasti, Trump bisa jadi benar-benar menginginkan Dolar lebih lemah serta membiarkan (mata uang) yang beda menggantikan andil sebagai safe haven global. Walau demikian, aksi sesuai sama itu picik dengan historis dan berbahaya-. ”

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses