Dolar AS terpantau stabil di session perdagangan Selasa 22 Agustus2017 pagi hari ini. Konsentrasi trader masih tetap ke Simposium Jackson Hole yang baru juga akan di gelar besok. Mereka mengharapkan, beberapa pejabat bank sentral mayor yang juga akan mengemukakan pidato dalam acara itu, memberi penambahan petunjuk tentang outlook kebijakan moneter semasing.
Indeks Dolar yang berdiri sekitar 93.101 hari ini, justru mundur pada level tertinggi dalam tiga minggu di 94.145 yang tercapai kemarin. Konsentrasi periode pendek untuk Dolar AS yaitu pidato dari pihak The Fed, Janet Yellen, di Jackson Hole hari Jumat yang akan datang.
Menurut keterangan Stephen Innes, selaku analis dari OANDA Singapura, jika Yellen mengungkapkan pidato yang buat pasar menambah harapan kenaikan suku bunga The Fed dalam bulan Desember, jadi beberapa investor bisa terdorong untuk melepas pertaruhan bearish mereka pada Dolar AS. Automatis, Dolar juga akan memperoleh dukungan. ” Hal semacam ini bisa jadi batu loncatan untuk Dolar AS, ” tegas Innes mengacu pada saat konferensi ekonomi tahunan Jackson Hole itu.
Langkah penguatan dari Greenback tersendat dalam beberapa waktu terakhir ini berkenaan dari perhatian investor yang beralih menjadi curiga akan kekuatan dari Presiden AS, Donald Trump, untuk mengimplementasikan dari agenda kebijakan ekonominya.
Diluar itu, melambatnya inflasi AS beresiko pada potensi terlambatnya dalam melanjutkan kenaikan suku bunga dari The Fed dalam tahun ini. Hal semacam ini juga jadi beban untuk Dolar AS.
Pada Yen Jepang, Dolar AS cetak kenaikan ke kisaran 109.267 atau sekitaran 0.3 % dari tempat sebelumnya. Sesaat pada Euro, Dolar AS masih tetap belum juga bisa turunkan single currency itu dari level tinggi yang tercapai kemarin, di mana EUR/USD diperdagangkan di angka 1.1806 waktu berita ini ditulis.






