Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Harga Minyak Naik Akibat Kekhawatiran Pasar

Harga Minyak Naik Akibat Kekhawatiran Pasar

838
0
minyak
The sun sets beyond an oil pumping unit, also known as a "nodding donkey" or pumping jack, at a drilling site operated by Tatneft OAO near Almetyevsk, Russia, on Friday, July 31, 2015. Eleven months of surviving with oil below $100 have left Russia hardened enough to endure a monthlong drop to $40 a barrel, a survey of economists showed. Photographer: Andrey Rudakov/Bloomberg via Getty Images

 

Aksi jual beli minyak yang selama ini terjadi membuktikan bahwa  kesempatan untuk buy-back menjadikan kondisi pasar energi paling tidak stabil yang pernah ada. Harga minyak melonjak hampir tiga persen dan hampir sembilan persen pada minggu ini.

Kenaikan harga minyak sekali lagi terjadi akibat ketakutan pasar mengenai kekurangan suplai minyak berdasarkan berita bahwa Uni Eropa amat mungkin untuk melarang impor minyak Rusia. Pertumbuhan pada minyak awalnya mengalami hambatan setelah penyulingan China nampaknya bersiap untuk mengurangi produksi bulan ini sebesar 6%.

Pengurangan produksi tersebut terakhir kali dilakukan pada awal pandemi COVID dua tahun lalu. Namun berita mengenai proposal pelarangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia membuat pembeli melakukan pembelian minyak secara besar besaran.

Para spekulan yakin bahwa akan ada yang akan menutupi kekurangan sebelum menuju liburan Jumat Agung, yang berarti akhir pekan lebih panjang bagi pasar Amerika Serikat.

Ed Moya yang merupakan analis OANDA menyebutkan bahwa menuju akhir pekan panjang, minyak rawan terjadi aksi ambil untung, namun penurunan harga besar masih belum jelas karena situasi suplai dan penurunan ekonomi menurunkan kekhawatiran yang ada.

Brent sebagai tolok ukur harga minyak dunia naik 2,92 Dolar AS atau 2,7% pada angka 111,70 Dolar AS per barel. Selama seminggu ini, brent naik 8,7% setelah dua minggu beruntun mengalami penurunan hingga 13 persen.

Tolok ukur minyak Amerika Serikat Wesr Texas Intermediate, menyelesaikan perdagangan Kamis naik 2,70 Dolar AS atau 2,6 persen pada 106,95 Dolar AS. WTI naik 8,8 persen sepanjang pekan setelah juga menurun 13 persen dalam dua minggu terakhir.

Uni Eropa siap melarang minyak Rusia

New York Times melaporkan bahwa Uni Eropa bersiap untuk maju mengadopsi pelarangan minyak Rusia secara bertahap, untuk memberi Jerman dan negara lainnya waktu untuk mengatur suplai alternatif.

Pelarangan bertahap akan memaksa pembeli Eropa untuk mencari sumber alternatif, beberapa negara berada dekat dengan kesepakatan dengan Strategi Pelepasan Minyak Cadangan, namun untuk kedepannya, suplai lebih banyak akan lebih diperlukan.

Menteri Energi Rusia mengatakan bahwa mereka membatasi akses kepada statistik mengenai minyak, produksi gas dan ekspor.

Pada hari Kamis, International Energy Agency memperingatkan bahwa pada Mei dan seterusnya minyak Rusia sekitar 3 juta barel per hari akan hilang akibat sanksi atau pembeli menghindari kargo Rusia.

Pusat perdagangan besar dunia diperkirakan menutup penjualan minyak dan bahan bakar dari Rusia pada bulan Mei.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses