Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Harga Emas Melaju Efek Krisis Berlarut Ukraina

Harga Emas Melaju Efek Krisis Berlarut Ukraina

813
0

 

Harga emas naik pada pembukaan pasar hari Senin pada tingkat tertinggi dalam sebulan terakhir setelah konflik Ukraina dan Rusia memantik sentimen pasar dan membuat investor mengamankan asetnya dalam bentuk emas.

Emas spot naik 0,5 persen pada angka 1.984,51 Dolar Amerika Serikat per ons di 04:45 UTC, menyentuh titik tertinggi sejak 14 Maret. Emas berjangka Amerika serikat naik 0,7 persen pada angka 1.988,10 Dolar Amerika Serikat per ons.

Menurut Ilya Spivak, strategist di DailyFX, keadaan sekarang terlihat ada sedikit ketakutan pada pasar, dengan segala ketidakpastian situasi antara Ukraina dan Rusia, sehingga dengan sedikit pergerakan maka akan terjadi kenaikan harga secara berlebihan.

Otoritas Ukraina mengecam keras serangan artileri Rusai pada bebrapa kota di area timur laut dan melanjutkan serangannya kepada kota Mariupol yang terletak di selatan Ukraina.

Pihak Rusia melakukan klaim bahwa mereka telah menduduki kota tersebut setelah perang yang penuh dengan darah berkecamuk selama dua bulan beruntun.

Emas dianggap sebagai pelindung nilai aset terkait keadaan Ukraina

Pilihan untuk menyimpan emas adalah salah satu upaya untuk mengamankan nilai investasi saat keadaan ekonomi dan politik mengalami keraguan. Saat ini titik 2.000 Dolar Amerika Serikat menjadi jalun resisten terdekat.

Walaupun begitu, titik 2.100 Dolar Amerika Serikat sebagai resisten selanjutnya juga wajib untuk diperhatikan mengingat masih banyaknya pembicaraan mengenai faktor yang dapat meningkatkan harga emas, sehigga ketika beberapa hal tersebut terlewati, kenaikan emas adalah hal yang pasti.

Imbal balik treasury Amerika Serikat dengan tenor 10 tahun mengalami kenaikan, menyentuh titik tertingginya sejak Desember 2018. Hal tesebut menghambat kenaikan emas untuk lebih tinggi lagi. Nilai dolar yang umumnya bergerak terbalik dibanding emas naik sekitar 0,401 atau 0,40% ke angka 100,727.

Analis Teknikal Wang Tao mengatakan pada Reuters bahwa spot gold mungkin akan naik pada radius 1.998 sampai 2.012 Dolar Amerika Serikat jika dapan menembus titik resisten 1.984 Dolar Amerika Serikat per ons.

Aktivitas ekonomi Tiongkok melemah pada bulan Maret, dengan berkurangnya konsumsi, properti dan ekspor menutupi pertumbuhan kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan, menunjukkan keadaan yang memburuk hasil dari penutupan area akibat COVID dan keadaan perang Ukraina memainkan peran.

Perak spot meningkat sebesar 0,4 persen atau 25,79 Dolar AS per ons, platinum naik 1,1% ke angka 1.000,82 Dolar AS dan paladium naik 1,6% ke 2,496,93 Dolar AS per ons.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses