Ketakutan akan melonjaknya harga komoditas dan belum tercapainya titik terang mengenai keadaan di Ukraina membuat permintaan akan emas meninggi, begitu juga pergerakan inflasi. Hal tersebut membuat harga emas pada hari Kamis melewati titik teratas mingguan.
Suku bunga pinjaman yang pada 16 Maret naik mencapai 25 basis poin dinaikkan oleh Federal Reserve. Selain itu kebijakan moneter hawkish ditempuh oleh Bank Sentral Amerika Serikat untuk melawan lonjakan inflasi.
Sebagai instrumen yang tidak memerlukan bunga pinjaman, emas memiliki peluang kehilangan permintaan ketika bunga pinjaman naik. Namun dengan keadaan perang yang semakin memanas di Ukraina dan meroketnya harga minyak membuat pijakan yang baik untuk harga emas.
Pada kesempetan yang berbeda, para pimpinan negara Barat bertemu pihak Amerika Serikat di Brussels untuk menguatkan tekanan mereka pada pihak Moscow, meningkatkan bantuan militer untuk Ukraina serta sanksi lebih keras kepada Rusia disebabkan serangan yang dimulai sejak Februari.
Pada hari rabu level tertinggi dalam satu tahun terakhir diraih oleh SPDR Gold Trust sebagai reksadana emas terbaik dunia. Meningkatnya harga reksadana emas dapat membuat lebih banyak peminat emas jika dalam waktu dekat peluang stagflasi meningkat.
Hambatan konflik Ukraina-Rusia mengangkat harga emas
Keadaan konflik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia masih berada dalam tensi tinggi yang membuat naiknya harga emas, akan tetapi kenaikan imbal hasil Amerika Serikat membatasi kenaikannya. Pengambil kebijakan negara Barat meningkatkan bantuan militer dan kemanusiaan serta mengecam keras atas apa yang selama ini Rusia lakukan.
Emas berjangka pada pukul 5:02 UTC naik ke titik $1.962,4, mendekati titik tertinggi dalam seminggu yang tercatat pada sesi sebelumnya dan pada penutupan sesi meningkat hampir 2%.
Federal Reserve Amerika Serikat juga melakukan pengetatan terhadap kebijakan moneternya, menaikkan suku bunga menjadi 0,5% pada pertemuan terbaru pada minggu lalu. Para petinggi Bank Sentral juga mengisyaratkan akan mengambil kebijakan lebih agresif untuk menekan tingkat inflasi yang melambung.
Ilya Spivak, perencana mata uang FailyFX pada Reuters mengucapkan bahwa masih tersendatnya kemajuan dalam situasi Ukraina membuat minat terhadap emas kembali meningkat yang secara otomatis akan mengatrol harga emas
Menurut analis teknikal Reuters, titik resisten harga emas akan mengalami ujian pada angka $1.976 per ons. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun AS kini sedang menuju posisi tertinggi dalam tiga tahun terakhir.






