Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Naik Terdorong Keputusan The Fed

Dolar Naik Terdorong Keputusan The Fed

797
0
Petugas memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari Selasa 4 September 2018. SP/Joanito De Saojoao.

Dalam lima sesi perdagangan terakhir Dolar naik sebanyak empat kali, efek dari Federal Reserve Amerika Serikat yang melakukan kebijakan hawkish untuk menjegal laju inflasi yang semakin tinggi berdasarkan data ekonomi pasar kerja.

Data ekonomi menunjukkan bahwa angka pengangguran musiman awal minggu ini berada pada angka 187.000, terendah dalam setengah abad terakhir dan dibawah angka perkiraan 212.000.

Turunnya pemesanan komoditas dengan daya tahan lama yang di luar ekspektasi pada bulan lalu disebabkan oleh pasokan yang tidak lancar. Di saat bersamaan aliran pergerakan bisnis bulan Maret meningkat mendekati puncak sejak Juli 2021.

Karl Schamotta selaku Kepala strategi pasar Cambridge Global Payment mengatakan bahwa Dolar menjadi inisiator utama perdagangan, melewati ekspektasi yang diberikan kepadanya. Kenaikan 50 basis poin tahun ini didukung oleh data yang ada. Hal ini termasuk diluar dugaan sebab mengangkat posisi Dolar untuk melewati beberapa mata uang utama.

Data terbaru serta ucapan para petinggi Federal Reserve menunjukkan indikasi kuat bahwa bank sentral pada pertemuan selanjutnya akan menaikkan suku bunga acuan lebih dari 25 basis poin di bulan Mei.

Keadaan pasar perumahan disebut AS Gubernur Fed Christopher Waller akan membantu membentuk kebijakan moneter dan nampaknya tidak ada pertanda penurunan turunnya harga, walaupun pada kesempatan lain Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari memberi saran agar suku bunga tidak naik secara drastis.

Presiden Fed Chicago Charles Evans di hari Kamis menyebutkan  ia merasa tidak masalah untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed selanjutnya namun tetap membuka peluang untuk kenaikan 50 basis poin.

Dolar Menguat Terhadap Mata Uang Lain

Dalam lima sesi terakhir Yen berada dalam posisi menurun terhadap Dolar AS, pada angka 122,40, terendah dalam enam tahun terakhir. Kebijakan dovish Bank Sentral Jepang yang selama ini dilakukan dalam melawan inflasi amat berbeda dengan berbagai bank sentral di seluruh dunia.

Naiknya harga minyak dan komoditas lainnya akibat kondisi Ukraina, memberi tekanan lebih pada inflasi yang kini meroket. Pertemuan AS dan para pengambil kebijakan Barat di Brussels sepakat untuk memperkuat pasukan, meningkatkan bantuan di Ukraina serta mengeluarkan sanksi lebih keras untuk Rusia.

Dolar merangkak naik 0,04% terhadap Franc Swiss setelah Bank Nasional Swiss mengeluarkan kebijakan penurunan suku bunga, pendekatan yang cukup berani ditengah pilihan negara lain untuk menaikkan suku bunganya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses