idnfx (23/03/2026) – DXY hari ini terpantau bergerak menguat secara terbatas seiring dengan meningkatnya permintaan aset safe-haven. Berdasarkan data pasar terbaru, Indeks Dolar AS (DXY) berada di kisaran 99.68 – 99.71, naik sekitar 0.17% dari pembukaan pagi ini.
Penguatan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang tetap ketat. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu dicermati oleh para day trader dan pelaku pasar forex.
1. Konflik AS-Iran dan Ketidakpastian Global
Memasuki minggu keempat konflik antara AS-Israel dan Iran, sentimen risiko pasar benar-benar tertekan. Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai potensi serangan terhadap infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tetap terblokade telah memicu kekhawatiran gangguan suplai energi global.
Hal ini menyebabkan investor berbondong-bondong memindahkan modalnya ke mata uang Dolar AS, sementara mata uang rival seperti Euro (EUR) dan Yen (JPY) terus mengalami tekanan akibat lonjakan harga energi.
2. Suku Bunga Fed dan Ancaman Inflasi
Meskipun pasar sempat mengharapkan adanya pemangkasan suku bunga, Federal Reserve (The Fed) tetap mempertahankan Fed Funds Rate di level 3.75%. Dengan harga minyak Brent yang bertengger di kisaran $108/barel, risiko inflasi kembali meningkat. Data Chicago Fed National Activity Index yang baru dirilis di level 0.18 juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang masih cukup solid untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer).
3. Koreksi Tajam pada Emas
Penguatan Dolar AS hari ini menjadi “racun” bagi pergerakan emas. Harga emas spot dunia ambruk ke level $4,462 per troy ons (turun 0.56%). Di pasar domestik, harga emas Antam terpantau berada di kisaran Rp 2.893.000 per gram, mencerminkan pergeseran minat investor dari logam mulia ke aset berbasis Dolar yang lebih likuid saat ini.
Technical Insight: Level Kunci DXY
Bagi Anda yang aktif melakukan transaksi harian, berikut level teknikal yang harus dipantau:
- Resistance: 101.39 (Puncak Maret).
- Support: 98.80 – 99.25 (Area konsolidasi kuat).
Kesimpulan:
Tren DXY hari ini masih cenderung bullish selama ketegangan di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data Flash PMI yang akan keluar pekan ini untuk melihat dampak perang terhadap sektor manufaktur global.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.







