Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Greenback Masih Mampu Untuk Bertahan

Greenback Masih Mampu Untuk Bertahan

678
0

Dalam perdagangan hari ini khusunya pasar uang Asia Pasifik mendekati sesi siang , greenback masih tetap terus bergerak menguat sekali lagi bersamaan dengan meredanya konflik yang ada di Suriah serta mendekati data penjualan eceran AS dalam perdagangan nanti malam.

 

Sesuai yang sudah kita lihat bersama kalau di perdagangan akhir minggu kemarin, keadaan greenback mengalami desakannya dari mata dunia yang lain, hingga hal semacam ini menyebabkan EURUSD sesi penutupan menguat di angka 1, 2329, GBPUSD sesi penutupan menguat di angka 1, 4238, AUDUSD sesi penutupan menguat di angka 0, 7763 serta USDJPY sesi penutupan menguat di angka 107, 37.

 

Serta untuk data sementara pada pagi ini, EURUSD terus bergerak di angka 1, 2334, GBPUSD berlanjut bergerak di angka 1, 4250, AUDUSD berada di angka 0, 7770 serta yen di angka 107, 39.

 

Yang sebelumnya dalam perdagangan kemarin dolar AS dalam perdagangan kurang baik sesudah kondisi kemelut di Timur Tengah mulai terlihat selesai perkataan Presiden Trump di Twitter yang menyebutkan kalau serangan militer AS ke Suriah selekasnya ditetapkan serta yang memang sedang terjadi, tetapi sesudah pasar perdagangan akhir minggu tutup.

 

Greenback saat itu masih tertekan karena tak ada support fundamental ekonomi karena sebagian laporan ekonomi AS juga lebih buruk. Terlebih masalah perang dagang nampaknya semakin meruncing saja sesudah Presiden Trump juga akan melarang investasi dan pengembangan teknologi China di AS, hingga untuk alur safe haven yen serta Swiss franc yang memang masih tetap menguasai pasar.

 

Sedangkan untuk agresi militer menuju Suriah semakin tampak sesudah Presiden Trump bersama kolega dari Inggris serta Perancis menyebutkan kalau mereka akan tidak lakukan serangan ke Suriah sepanjang pemerintah Suriah sendiri tak akan memakai senjata kimia dalam melawan pemberontaknya.

 

Yen sendirikesulitan menekan dolar AS, karena kondisi normalisasi terkait keputusan moneter Jepang masih tetap jauh dari targetnya, terlebih kemampuan serta kewibaan pemerintahan PM Shinzo Abe semakin anjlok saat masalah skandal tanah yang melibatkan istri serta menteri keuangannya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses