Beranda Tak Berkategori GDP AS Semakin Kuat, Indeks Dolar Di Posisi 98.00

GDP AS Semakin Kuat, Indeks Dolar Di Posisi 98.00

806
0

DXY sudah sempat melompat sampai sampai posisi paling tinggi harian pada 98.33, tapi langsung roboh ke rata-rata 98.00.

 

Walau perkembangan GDP Gross Domestic Product Amerika Serikat kuartal I/2019 cukuplah memuaskan, tapi Greenback melemah pada sejumlah besar mata uang mayor.

 

Memasuki launching data GDP, EUR/USD naik 0.2 % ke posisi 1.1153, GBP/USD kuat 0.2 % ke posisi 1.2925, sesaat USD/JPY selip 0.05 % ke posisi 111.57.

 

Laporan preliminer kesempatan ini tampilkan angka bermacam. Meskipun pergerakan perkembangan GDP melebihi harapan, tapi GDP deflator malah meleset dari prediksi awal. Walau sebenarnya, GDP deflator termasuk juga satu diantara tanda awal buat pergerakan inflasi.

 

Menurut US Bureau of Economic Analysis, pergerakan GDP AS sampai 3.2 % Quarter-over-Quarter sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

 

Angka itu melebihi harapan kenaikan 2.0 % yang dibanderol oleh konsensus ekonom, sekaligus juga mengungguli perkembangan 2.2 % yang terwujud pada kuartal IV/2018.

 

Tetapi, indeks harga GDP GDP Price Index cuma naik 0.6 %; tidak berhasil sampai harapan yang dibanderol pada posisi 1.3 %, serta tambah lebih rendah dibanding 1.9 % yang diraih pada periode yang sebelumnya.

 

Diluar itu, perincian data lainnya yang bisa jadi tanda awal buat inflasi juga meleset dari harapan. Berbelanja Customer Riil Real Consumer Spending cuma naik 1.2 %. Indeks harga PCE cuma naik 0.6 % awalnya 1.5 %, serta indeks harga PCE pokok naik 1.3 % awalnya 1.8 %.

 

Pablo Piovano dari FXStreet mencatat, Meskipun data GDP serta indeks harga ini hari launching bermacam, tapi mereka masih berperan dalam mengatur prospek pemangkasan bunga dalam periode pendek sampai menengah.

 

Notulen FOMC paling akhir mengutamakan sikap netral Fed sepanjang beberapa waktu ke depan, walau kenaikan suku bunga masih tetap mungkin berlangsung.

 

Sambungnya, Di bagian positif Greenback, kami temukan mendasar AS yang solid, daya tarik safe haven-nya, beda yield yang menguntungkan pada pesaingnya, serta statusnya menjadi cadangan devisa global.

 

Ini, ditambah prospek kebijaksanaan moneter netral/bullish Fed sekarang ini vs perubahan dovish yang terlihat pada mata uang G10 yang lain, diekspektasikan membuat tiap-tiap koreksi Dolar AS masih dangkal untuk sesaat waktu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses