Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Poundsterling Masih Belum Aman Pekan Depan

Poundsterling Masih Belum Aman Pekan Depan

841
0

Poundsterling berupaya rebound pada Dolar AS dalam perdagangan session New York ini hari 26/4, sesudah launching data GDP Amerika Serikat yang mensinyalkan pergerakan inflasi lebih rendah.

 

Waktu berita dicatat, pasangan mata uang GBP/USD sudah bertambah seputar 0.2 % sampai cetak posisi paling tinggi harian pada 1.2928.

 

Tetapi, beberapa analis memeringkatkan jika pemilu legislatif pada tingkat regional yang akan diselenggarakan tanggal 2 Mei akan datang dapat batasi gerakan Poundsterling.

 

Minggu kedepan, Inggris akan mengadakan pemilu lokal. Beberapa ahli memandang jika ketidakpuasan warga pada partai Konservatif yang sekarang menguasai parlemen, peluang akan dilukiskan dalam pesta demokrasi itu.

 

Polling alat The Sunday Times memprediksi jika partai Konservatif dapat kehilangan 1,000 kursi parlemen regional, sesaat partai Buruh sebagai oposisinya dapat mencapai penambahan 800 kursi.

 

Pemilu lokal Inggris peluang mengguncang Pounds. Perform Konservatif pada tanggal 2 Mei jadi sorotan penting, kata Robert Howard, seseorang analis forex di Thomson Reuters.

 

Sambungnya, Kekalahan Konservatif yang sebesar itu dapat menjatuhkan GBP sebab tingkatkan kecemasan jika pimpinan partai Buruh, Jeremy Corbyn, dapat jadi perdana mentri pada penentuan umum nasional selanjutnya.

 

Dari sudut pandang pasar forex, aktor pasar mengasumsikan jika pergantian kepemimpinan dapat punya potensi negatif buat Poundsterling.

 

Masalahnya partai Buruh sudah ajukan proposal untuk mengubah perekonomian Inggris, termasuk juga salah satunya lakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta dan merestrukturisasi pajak.

 

Sikap partai Buruh tentang Brexit jadi inti masalah, sebab mereka diketahui malas tinggalkan Uni Eropa. Corbyn dengan spesial lebih suka pada soft brexit, serta beberapa anggotanya sudah seringkali mencetuskan inspirasi untuk membuat referendum brexit ke-2.

 

Di lain sisi, ada juga analis yang memandang jika partai Konservatif betul-betul kalah besar dari partai Buruh dalam pemilu lokal minggu kedepan, jadi partai Konservatif malah akan hentikan perseteruan internalnya.

 

Jika perseteruan internal partai berhenti, jadi PM Theresa May akan memperoleh ruangan untuk selalu pimpin Inggris tanpa ada tekanan untuk membuat pemilu nasional lebih awal, paling tidak sampai akhir tahun ini. Usaha untuk mengakhiri draft persetujuan Brexit dapat juga dikerjakan lebih lancar dalam skenario itu.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses