Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Nilai Tukar Rupiah Tergelincir, Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga

Nilai Tukar Rupiah Tergelincir, Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga

783
0

Nilai Rupiah berkelanjutan melemah setelah usainya riuh-rendah pemilu 2019 sampai sampai tempat terburuk semenjak awal April. Rujukan JISDOR mundur dari Rp14,154 jadi Rp14,188 dalam perdagangan hari Jumat ini 26/4.

 

Selain itu, kurs USD/IDR bertambah 0.26 % ke rata-rata Rp14,185 dalam perdagangan spot pasar mata uang. Pelemahan yang khususnya dikuasai oleh situasi external ini menyebabkan Bank Indonesia akan memutuskan untuk menjaga suku bunga referensi masih 6 %.

 

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia RDG BI di hari Kamis akan memutuskan untuk membiarkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate masih pada posisi 6 %.

 

Ketetapan dipandang sesuai dengan kondisi sekarang ini. Dua unsur diambil menjadi sebabnya, yaitu situasi nilai ganti rupiah serta indeks harga saham kombinasi IHSG yang begitu volatile.

 

Pelemahan kurs Rupiah akhir-akhir ini kompak dengan desakan yang dirundung oleh sebagian besar mata uang negara berkembang semenjak awal minggu. Masalahnya aktor pasar menghadapi laporan Gross Domestic Product GDP Amerika Serikat yang lebih kuat dibanding beberapa negara besar yang lain.

 

Menurut survey Reuters, GDP tahunan Amerika Serikat peluang naik seputar 2.0 % dalam kuartal pertama tahun ini, sesudah cetak kenaikan 2.2 % pada kuartal IV/2019.

 

Kami memprediksi data GDP untuk menggarisbawahi pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang kuat. Ketidaksamaan dalam mendasar ekonomi adalah penggerak penting buat nilai mata uang saat ini, sesudah Federal Reserve dan belakangan ini bank sentra Swedia serta Jepang mengambil sikap dovish, kata Shin Kadota.

 

Dovish mengacu pada ketetapan bank-bank itu untuk menjaga suku bunga serta tunda gagasan kenaikannya sampai waktu yang belum dipastikan.

 

Ariston Tjendra dari Monex Investindo Futures menjelaskan pada CNN Indonesia jika pelemahan rupiah ini hari masih tetap didominasi oleh tanda ekonomi AS yang semakin kuat, sesaat data-data zone ekonomi Eropa tunjukkan pelemahan. Karena itu, Dolar AS dipandang lebih menarik.

 

Ditambah lagi, di dalam penantian mendekati launching data GDP. Tetapi, dia mengaku jika rata-rata pelemahan terbatas sebab investor telah mengambil untung sepanjang pelemahan kurs Rupiah dalam satu pekan paling akhir.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses