Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental GBP/USD Roboh Walau Data Tenaga Kerja Inggris Naik

GBP/USD Roboh Walau Data Tenaga Kerja Inggris Naik

499
0
Sterling
Various denominations of pound notes are seen in this arranged photograph in London, U.K., on Thursday, May 17, 2012. U.K. Prime Minister David Cameron plans to say today he won't swerve from his austerity plan, warning members of the European single currency that failure to resolve their problems carry "huge risks for everybody." Photographer: Chris Ratcliffe/Bloomberg via Getty Images

Pasangan mata uang GBP/USD menurun lebih dari 0.6 % ke range 1.3750-an mendekati akhir sesion Eropa 17/8/2021.

Data tenaga kerja Inggris barusan sore tampilkan beberapa angka yang melampaui harapan kesepakatan, tapi sentimen resiko pasar global lebih buruk karena penebaran COVID-19. Tindakan jual ikut menerpa Sterling yang peka pada pergolakan pasar.

GBPUSD Roboh Walau Data Tenaga Kerja Inggris Berkilau

Level pengangguran Inggris Raya disampaikan jatuh ke 4.7 % di bulan Juni 2021, walau pasar awalnya memprediksi angka akan statis di level 4.8 %.

Jumlah pegawai dalam payroll semakin bertambah sekitar 182k jadi 28.sembilan juta di bulan Juli 2021.

Lebih menyenangkan kembali, upah pegawai Inggris bertambah berarti. Perkembangan index penghasilan rerata plus bonus mencalai 8.8 % pada Juni 2021, dua point semakin tinggi dibanding harapan pasar yang sejumlah 8.6 %.

Ini sebagai signal jika penekanan inflasi intern makin bertambah, hingga mempunyai potensi menggerakkan bank sentra Inggris BoE untuk mengetatkan peraturan moneternya.

Namun, Sterling tidak berhasil menuai cuan dari pembaruan pasar tenaga kerja. Trend pasar global condong tekan nilai ganti pound sterling pada USD dan euro.

Terutamanya karena sentimen risk-off yang semakin makin tambah meluas karena penebaran kasus COVID-19 baru di beberapa negara, dan implementasi peraturan lockdown yang peluang bisa menghalangi kegiatan ekonomi negara berkaitan sampai saat yang belumlah diketahui.

Situasi hati investor tetam muram di Asia, karena kekuatiran mengenai penebaran variasi Delta dan pertanda pelambatan perkembangan China susul data China yang kurang kuat di hari Senin, kata Valentin Marinov, kepala taktik FX G10 di Crédit Agricole.

Pound sterling untuk saat ini cuma menang menantang mata uang yang memiliki nasib tambah jelek di tengah-tengah wabah, misalkan dollar NZ yang barusan terpukul oleh informasi lockdown kejutan.

Tapi beberapa riset memprediksi Sterling punyai kesempatan lebih bagus dalam periode menengah. Data GDP dan level pengangguran Inggris yang termasuk berkilau, masih menyangga status Sterling.

GBP masih menjaga mayoritas naiknya akhir-akhir ini karena pasar tenaga kerja yang kuat, pembaruan outlook perkembangan Inggris, dan penghitungan ulangi harapan BoE, kata Magne Østnor, seorang ahli taktik di DNB Bank ASA.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses