Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental GBP/USD: Mencari Peluang Sell, Pound Terkoreksi

GBP/USD: Mencari Peluang Sell, Pound Terkoreksi

506
0

Perbedaan yang besar  bullish dan revisi. Kadang trader salah dalam membedakannya. Apakah yang berlangsung pada pasangan mata uang GBP/USD yang bergerak naik kemarin bukan salah satu tren bullish tetapi satu revisi.

Tidak ada kebimbangan jika terjadi kesalahan dalam negosiasi perdagangan antara Uni Eropa serta Inggris sebagai aspek khusus untuk berlanjutnya desakan terhadap Pound pasar mata uang dalam sepanjang tahun sejak negara itu memutuskan untuk tinggalkan blok itu.

Oleh karenanya, kami tetap mereferensikan untuk jual sterling dari tiap level naik. Dalam dua minggu paling akhir, performa paling mencolok  apakah yang tetap kami prediksikan.

Pasangan GBP/USD jatuh dari posisi tertinggi selama tahun 2020 pada posisi 1.3482 ke 1.2762 memasuki sesi akhir  perdagangan minggu dalam penutupan berada di posisi 1.2796.

Pasangan ini masih mempunyai kesempatan untuk semakin banyak kerugian bila ke-2 bagian Brexit masih berdasar pada level mereka sekarang ini, yang buka jalan buat Brexit tanpa ada persetujuan di akhir tahun 2020 bisa menjadi musibah.

Meskipun berada di 1.2700 an merupakan titik rebound, ditambah lagi bila disaksikan dari timeframe weekly dengan MA50 serta MA100 keduanya sama meredam turunnya GBP/USD.

RUU Inggris yang baru lagi proses serta preseden dimana kriteria Kesepakatan UE serta Prosedur Irlandia Utara, diklarifikasi, atau tidak diterima. Brussels geram, bersamaan dengan hujatan dari beberapa tokoh politik serta beberapa tanggapan dari Inggris.

Brussels mengatakan kemarahannya atas cara itu serta memberi peringatan ke London menggagalkan RUU itu di akhir bulan September atau hadapi sangsi.

Bukannya meneruskan untuk mengulas hubungan kedepannya  hari esok, Inggris serta blok itu berbeda mengenai persetujuan perpisahan yang disepakati hampir satu tahun kemarin.

Kecuali Brexit, investor menyongsong kembalinya eksperimen vaksin virus corona memasuki tahap ke- 3 oleh AstraZeneca serta University of Oxford.

Project yang diharapkan  sangat berkembang diberhentkan pekan kemarin sesudah terjadi peserta mengalami sakit. Usaha saingan dari Pfizer memperoleh daya tarik sesudah raksasa farmasi Amerika itu menjelaskan faksinya dan berharap untuk memberi jumlah imunisasi pada akhir tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses