
Pair mata uang GBP/USD terus tergelincir turun dari ketinggian di atas area 1.34, memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.3215, pada akhir minggu lalu telah diperdagangkan di 1.3035.
Meskipun demikian, sejumlah ketakutan akan terjadinya sebuah stagflasi dan krisis pada Ukraina membuat mata uang dollar AS kembali menguat sehingga kembali juga menekan pair poundsterling terhadap dolar AS turun ke bawah harga 1.3100 di 1.3090.
Peperangan dan Sanksi Internasional Akan Memengaruhi GBP/USD
Pengeboman dari Rusia atas Ukraina terus berlangsung sepanjang minggu perdagangn lalu di dalam sebuah peperangan yang telah berlangsung selama 16 hari ini, dengan jarang dibuka untuk sebuah koridor kemanusiaan, dan koridor kemanusiaan tersebut yang dibuka oleh pihak Moskow hanyalah jalan yang menuju ke kawasan Rusia atau Belarus.
Sanksi skala internasional terus menerus kembali meningkat, dengan pihak AS mengenakan larangan impor komoditi minyak mentah dan energi yang berhubungan dengan produk – produk dari negara Rusia efektif pada minggu lalu dan pihak Eropa bergegas mencari sebuah alternatif untuk supply gas mereka.
Sementara itu, untuk pihak PM Inggris bernama Boris Johnson mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah mengeluarkan sejumlah undang – undang baru Bernama “Undang-undang Kejahatan Ekonomi” untuk mencoba meningkatkan sanksi terhadap negara Rusia.
Dengan dukungan penuh dari rancangan undang-undang ini, pihak Inggris dapat mengejar Vladimir Putin dengan semua sekutunya dengan tanpa ada sebuah keraguan sedikitpun.
Berita kenaikan tingkat inflasi dari AS ini muncul satu minggu sebelum pihak The Fed atau Federal Reserve AS akan melakukan pertemuan sejumlah kebijakan moneternya.
Selain itu, pihak AS juga telah merilis perkiraan pendahuluan dari Michigan Consumer Sentiment untuk Index AS pada bulan Maret muncul di tiitk 59.7 yang jauh lebih buruk daripada yang telah diperkirakan.
Dari Inggris, data yang dipublikasikan oleh Office for National Statistics (ONS) Inggris pada minggu lalu menunjukkan bahwa ekonomi Inggris bertumbuh sebesar 0.8% per bulan di bulan Januari, jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar sebesar 0.2%.
Selain itu, untuk Industrial Production telah berkembang sebesar 0.7% dan juga Manufacturing Production Inggris berkembang sebesar 0.8% pada suatu periode yang sama. Kedua angka ini telah keluar mengatasi dari yang telah diperkirakan para analis terhadap pair mata uang GBP/USD.




