Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Eropa Mulai Mendaki Naik Jelang Pertemuan dari Pihak The Fed

Dolar Eropa Mulai Mendaki Naik Jelang Pertemuan dari Pihak The Fed

557
0
An employee counts USD notes at a money change outlet in Jakarta on June 14, 2013. Indonesia's central bank unexpectedly hiked interest rates for the first time in more than two years as it seeks to boost confidence in the rupiah after the currency fell to a four-year low. AFP PHOTO / Bay ISMOYO (Photo credit should read BAY ISMOYO/AFP via Getty Images)

 

 

Posisi untuk mata uang dolar AS dalam indeks dolar pada pasar perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (14/3/2022) bertahan kuat di atas titik 99  setelah mampu melesat  naik selama lima minggu berturut-turut ke level paling  tertinggi hampir 2 tahun terakhir, karena seluruh para investor bersiap untuk mengadakan sebuah pertemuan cukup penting Federal Reserve minggu ini.

 

Pihak The Fed atau Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan jumlah  suku bunga sebesar 25 basis poin setelah laporan rekor data inflasi yang paling terakhir.

 

Tingkat untuk inflasi tahunan di negara AS meningkat menjadi sebesar 7,9% di bulan Februari, sesuai dengan sejumlah ekspektasi tetapi naik ke level paling tertinggi baru dalam 40 tahun terakhir.

 

pasar perdagangan dibuka cukup lemah

untuk hari ini pasar perdagangan untuk mata uang dolar vs rupiah dibuka cukup melemah ke harga Rp 14.312 kemudian bergerak terkoreksi ke area Rp14.323, dan terakhir pada sore ini WIB terpantau di posisi titik  Rp 14.330.

 

Melemahnya mata uang rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa telah terkoreksi terbatas setelah menanjak selama 2 hari; dollar sebagai safe haven di tengah euro dan pound sterling yang telah tertekan karena adanya prospek melemahnya sektor ekonomi kawasan dalam invasi Rusia atas Ukraina.

 

Indeks untuk dollar, yang mengukur mata uang dollar terhadap seluruh rival keranjang enam mata uang saingan utamanya, pada petang hari WIB ini turun tipis ke level 99,05, dibandingkan dengan level penutupan sesi sebelumnya di titik 99,13.

 

Data tersebut telah muncul di tengah meningkatnya sejumlah kekhawatiran atas kenaikan tingkat inflasi yang didorong oleh lonjakan harga atas komoditas akibat perang antara Rusia-Ukraina, membuat pihak bank sentral memiliki tindakan penyeimbangan antara mengekang risiko inflasi dan mendukung proses pertumbuhan.

 

Para Investor akan mengawasi setiap adanya perubahan dalam prospek dari bank sentral untuk jumlah  suku bunga, inflasi dan ekonomi mengingat tingginya ketidakpastian tambahan dari konflik krisis Ukraina.

 

Selain itu, untuk mata uang untuk dolar mendapat dukungan dari kenaikan imbal hasil Treasury AS yang melonjak kembali di atas sebesar  2%.

 

Terpantau indeks untuk mata uang dolar yang menunjukkan kekuatan asli dari dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa sedang bergerak cukup  naik, kini indeks tersebut berada di kisaran area 99.20  setelah sempat mendaki ke kisaran harga 98,21 pada sesi Asia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses