
Pada hari Kamis lalu, untuk pair EUR/USD kembali tertekan turun karena adanya testimoni dari Powell yang menguatkan mata uang USD. Dan pada hari Jumat pair ini juga meneruskan penurunannya ke harga 1.0929. karena USD sendiri telah terdorong naik karena berita militer pihak Rusia telah mulai mengebom sebuah pabrik nuklir terbesar di Eropa.
Berita – berita mengenai konflik perang Rusia – Ukraina terus mempengaruhi seluruh sentimen terhadap resiko di tengah sedikitnya laporan data ekonomi papan atas yang keluar dari negara Inggris.
Sementara itu, untuk para trader hanya menaruh sedikit perhatian mereka atas keluarnya data untuk ADP Employment AS dan data jasa serta manufaktur dari sebuah ISM dengan ketegangan di Ukraina mendominasi.
Keputusan suku bunga ECB akan memengaruhi EUR/USD
Pada minggu ini, hasil laporan data ekonomi yang akan keluar sangat sedikit. Namun ada yang cukup penting dari Eropa yaitu keputusan tingkat jumlah suku bunga ECB yang akan dikeluarkan pada hari Kamis nanti dalam pertemuan ECB.
Resiko dari sebuah stagflasi jelas sudah meningkat, sehingga menjadi dilema tersendiri yang menyulitkan bagi pihak ECB, yaitu bagaimana bereaksi terhadap semakin cepatnya proses kenaikan inflasi yang tidak bisa diperlambat dengan sebuah kebijakan moneter.
Saat ini, ditengah memanasnya perang Rusia – Ukraina, tidak ada seorangpun yang mampu memperkirakan ECB akan mulai menormalisasikan keputusan kebijakan moneternya dengan melakukan pengetatan pada saat ketidakpastian cukup begitu tinggi.
Sementara itu dari AS sendiri selama paruh pertama dari minggu ini juga tidak ada satu pun data makro ekonomi yang penting. Data dari kalender sektor ekonomi yang penting baru keluar pada hari Kamis nanti yaitu data inflasi, consumer price index (CPI), pada bulan Februari dan data klaim untuk pengangguran mingguan, yang diikuti oleh data angka Preliminary UoM Consumer Sentiment pada hari Jumat.
Tingkat inflasi AS akan bisa saja menjadi jauh lebih tinggi dengan melejitnya dari harga energi. Angka untuk CPI AS bisa naik lebih dari 8% dan angka inflasi tahunan juga akan bisa berada di antara kisaran 12% – 15%.
Perkembangan sehubungan dengan konflik perang antara Rusia – Ukraina tetap akan menjadi penggerak utama dan penentu arah gerakan dari pair mata uang EUR/USD pada minggu ini. Gencatan senjata kelihatannya masih saja tidak akan mungkin terjadi dengan sebuah pembicaraan damai yang hingga kini masih belum menghasilkan apa-apa.





