Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Euro Tergelincir Akibat Italia Bersikukuh

Euro Tergelincir Akibat Italia Bersikukuh

940
0

Dalam perdagangan hari ini Euro turun lawan sebagian besar mata uang pesaingnya dalam perdagangan hari ini Selasa 2 Oktober. Pasalnya Italia bersikukuh masih menjaga gagasan defisit aturan sebesar lebih 2 %, meremehkan penolakan Uni Eropa serta resiko downgrade dari sejumlah instansi pemeringkat credit.

 

Mendekati akhir session Eropa, pasangan EUR/USD sudah anjlok seputar 0.53 % ke sebesar 1.1517, paling rendah semenjak Agustus 2018.

 

Searah dengan dirilisnya berita-berita bau negatif, sentimen pasar juga turun hingga pasangan EUR/JPY terjun 0.70 % ke 131.00, level paling rendah dalam dua minggu.

 

Pemerintah Italia bersikukuh menjaga kebijakan fiskal ekspansif mereka yang menuntut defisit aturan sebesar 2.4 % dari GDP untuk tiga tahun ke depan.

 

Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Salvini, menyampaikan pada media jika ia tidak perduli bila Uni Eropa menampik anggarannya, serta memberikan, “Tak seseorang juga di Brussles dapat menyampaikan pada saya jika ini belumlah saatnya (untuk berhenti lakukan penghematan aturan).”

 

Sikap keras kepala beberapa petinggi Italia menyebabkan kecemasan di pasar kalau-kalau akan berlangsung krisis utang baru di Uni Eropa.

 

Permasalahannya, Italia sekarang ini telah memikul rasio Debt-to-GDP paling tinggi di antara beberapa negara OECD, hingga punya potensi menyebabkan krisis utang yang lebih ironis daripada Yunan beberapa waktu kemarin.

 

Dengan keadaan gawat semacam itu, jika ada penurunan tempat fiskal, jadi bisa menyebabkan tindakan jual obligasi pemerintah Italia di pasar finansial.

 

Perihal Ini akan meruntuhkan bidang perbankan yang menyokong perekonomian mereka. Lebih kronis lagi, bank-bank Prancis beritanya mempunyai eksposur sampai USD300 Milyar di Italia, hingga efeknya bisa menyebar ke negeri yang populer akan menara Eiffel-nya itu.

 

Di lain sisi, pertikaian Italia lawan Uni Eropa juga tempatkan bank sentra Eropa ECB dalam tempat riskan.

 

ECB sudah berkali-kali menyatakan akan lakukan tapering atas program Quantitative Easing mulai Oktober serta akhiri stimulus moneter di akhir tahun ini.

 

Akan tetapi, bila krisis betul-betul berlangsung dikarenakan Italia meningkatkan jumlahnya utangnya, jadi hanya satu yang bisa menalangi ialah ECB. Dalam keadaan demikian, ECB dapat menjadi dipaksa untuk meneruskan kembali program QE.

 

Sesuai keterangan Boris Schlossberg dari BK Asset Management, selanjutnya ke-2 pihak dapat menjadi akan sampai satu kompromi sebelum deadline aturan datang.

 

Buat Uni Eropa, rumor persatuan beberapa negara di lokasi itu dipandang begitu penting. Sedang buat Roma, kenaikan defisit fiskal sebetulnya bisa menyebabkan perlambatan ekonomi dalam negaranya sendiri.

 

Akan tetapi, untuk sekarang ini, pasar tengah dirundung sentimen risk-off. Saat belumlah ada suara rekonsiliasi dari beberapa politisi, EUR/USD dapat menguji level 1.1500 di akhir perdagangan ini hari.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses