Dalam perdagangan hari ini, situasi dolar AS bergerak naik bersamaan dengan konflik keuangan yang sedang terjadi di Italia.
Sesuai dengan yang sudah kita ketahui dalam perdagangan sebelumnya kondisi dari dolar AS berhasil memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang pesaingnya.
Kondisi tersebut membuat pasangan EUR/USD sesi penutupan melemah di posisi 1,1548, pasangan GBPUSD sesi penutupan melemah di posisi 1,2979, pasangan AUDUSD sesi penutupan melemah di posisi 0,7184 serta pasangan USDJPY sesi penutupan melemah di posisi 113,64.
Serta untuk perdagangan pagi ini, pasangan EURUSD bergerak di posisi 1,1539, pasangan GBPUSD bergerak di posisi 1,2973 pasangan AUDUSD di posisi 0,7173 serta yen di posisi 113,55.
Melihat kondisi dari perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangan sukses lebih baik dengan pendorong sesudah beberapa aktor pasar kembali lakukan aktifitasnya untuk mengoleksi kepemilikan dolar AS.
Sesudah Fed meeting yang akan memutus kenaikan suku bunga yang ke-7 saat krisis 2008 semenjak diawali Desember 2015 sebesar 25 bps jadi 2,25%.
Jerome Powell mengatakan jika ekonomi AS masih tetap perlu kenaikan suku bunganya hingga selanjutnya kenaikan akan ada kepastiannya.
Ini adalah dikit himbauan supaya dolar tidaklah terlalu menguat semakin besar saat kenaikan suku bunganya. Akan tetapi ada data yang mensupport kenaikan ada juga yang tidak hingga dolar sempat juga ketahan penguatannya.
Sebelumnya dolar AS tidak berhasil menjalankan fungsinya menjadi mata uang safe haven sesudah Presiden Trump memberi tarif baru pada China serta berbalas dengan tarif juga dari China.
Hingga bank sentra China serta beberapa bank sentra lainjya lakukan tindakan turunkan nilai mata uangnya untuk menahan dolar AS menguat. Tindakan ini dikerjakan untuk menahan turunnya kapasitas ekonomi China serta negara yang lain.
Sebenarnya pasar ingin bank sentra lainnya turut lakukan upayanya meningkatkan suku bunganya. Harapannya persoalan penguatan dolar akan selekasnya selesai supaya Trump tidak keluarkan komentar kembali.
Akan tetapi sayang libur panjangnya pasar keuangan China seolah memberikan ruangan pada dolar untuk leluasa menguat satu waktu.






