Pasangan EUR/USD terguling seputar 0.1 % ke posisi 1.0933 dalam perdagangan hari Kamis ini 26/9, sesudah seseorang anggota Dewan Gubernur ECB mengundurkan diri.
Pengunduran diri itu diduga sebab pertentangannya dengan arah kebijaksanaan moneter longgar yang digerakkan oleh bank sentra Eropa ECB sepanjang beberapa waktu paling akhir.
Tapi malah di kuatirkan akan memperluas kesempatan buat ECB untuk jalankan pelonggaran lebih gigih.
Sabine Lautenschläger, anggota Dewan Eksekutif serta Dewan Gubernur ECB, sudah ajukan permintaan pengunduran diri pada tanggal 31 Oktober 2019 akan datang, jauh sebelum waktu jabatannya selesai.
Langkah Sabine menggembarkan aktor pasar, hingga memunculkan gejolak sebab banyak faksi curigai dia tidak senang dengan kebijaksanaan moneter longgar yang digawangi oleh Presiden ECB saat ini, Mario Draghi.
Keputusan ini peluang berlangsung sebab tidak setujunya dengan paket pelonggaran moneter ECB paling baru serta pertajam perpecahan dalam bank sentra.
Anggota Dewan ECB dari Prancis, Belanda, serta Austria menanyakan pentingnya ECB terjebak dalam program pembelian asset baru, tegas Mathias Van der Jeugt.
Van der Jeugt memberikan tambahan, Lautenschläger bukan anggota ECB pertama dari Jerman yang mengundurkan diri karena kebijaksanaan ECB yang polemis.
Pada tahun 2011, Axel Weber serta Jürgen Stark lakukan langkah yang sama. Tak jelas apa motivasinya mengundurkan diri, kata Carsten Brzeski.
Tapi dapat juga satu protes pada ketetapan ECB belakangan ini untuk terjebak dalam ronde pelonggaran moneter baru.
Peluang yang paling akhir itu akan pas sekali dengan adat Jerman, sebab anggota Dewan Eksekutif Jürgen Stark serta Presiden Bundesbank Axel Weber sudah pernah mengundurkan diri dalam rencana protes.
Buat trader, pengunduran diri Lautenschläger dipandang seperti menyusutnya rintangan buat ECB untuk melapangkan kebijaksanaan moneter lebih agresif.
Pengunduran diri itu tingkatkan kecemasan pasar tentang kebijaksanaan ECB nantinya sesudah Christine Lagarde gantikan Gubernur ECB Mario Draghi bulan depan.
Walau sebenarnya, kebijaksanaan moneter longgar menyebabkan pelemahan nilai ganti mata uang, jadi imbas dari ditingkatkannya jumlahnya uang tersebar dengan masif.







