idnfx (03/08/2026) – Pasangan mata uang USD/JPY mengalami pergeseran market structure yang cukup signifikan pada sesi perdagangan hari ini. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 164, tekanan jual yang masif membawa harga terkonsolidasi di area 156.50 hingga 156.70.
Dugaan Intervensi: Pemicu Utama Pelemahan USD/JPY
Pelemahan tajam sebesar lebih dari 0.5% pada sesi ini diyakini kuat merupakan hasil dari intervensi valuta asing. Terdapat konsensus di pasar bahwa otoritas Jepang dan Amerika Serikat melakukan langkah kolaboratif untuk meredam depresiasi Yen yang dinilai sudah terlalu undervalued.
Tanpa adanya penyesuaian kebijakan moneter lanjutan dari Bank of Japan (BoJ), seperti kenaikan suku bunga acuan, penguatan Yen ini bisa jadi bersifat sementara. Pelaku pasar akan terus mencermati apakah intervensi ini cukup untuk mengubah tren jangka panjang atau hanya sekadar koreksi.
Secara teknikal, pergerakan harga pasca-penurunan saat ini berada di fase krusial. Berdasarkan pembacaan price action di beberapa timeframe, berikut adalah area penting yang perlu dipantau:
- Zona Demand Psikologis (155.00 – 157.00): Area ini merupakan benteng pertahanan terakhir bagi buyer. Pada intervensi sebelumnya (April – Mei 2026), area 155.00 terbukti sukses menyerap likuiditas dan mendorong harga kembali memantul naik.
- Sinyal Rebound Jangka Pendek: Pada timeframe H1 (1 Jam), mulai terbentuk pola Bullish Harami. Ditambah dengan kondisi indikator RSI harian yang oversold (jenuh jual), ada potensi harga melakukan mitigasi atau koreksi naik ke area resisten terdekat.
- Risiko Break of Structure: Sebaliknya, jika tekanan jual terus menekan dan level 155.00 tertembus secara valid, struktur pasar akan semakin bearish. Target penurunan (order block selajutnya) berpotensi mengejar kisaran 152.50.
EUR/USD dan Komoditas Melonjak
Pelemahan Dolar AS tidak hanya berdampak pada USD/JPY. Meredanya ketegangan geopolitik, didorong oleh harapan perundingan damai antara AS dan Iran, membuat minat terhadap aset berisiko kembali meningkat.
Imbasnya, aset safe haven seperti USD mulai ditinggalkan, yang memicu penguatan di berbagai instrumen lain:
- EUR/USD: Mata uang Euro berhasil memanfaatkan momentum pelemahan Dolar dengan menembus level psikologis penting di atas 1.1500.
- Logam Mulia (XAG/USD): Harga Perak melonjak melampaui level $58.00 per troy ons, didukung oleh prospek fundamental yang lebih stabil dan rilis data ekonomi positif dari Tiongkok.
Kesimpulan
Trader disarankan untuk berhati-hati saat harga mendekati zona 155.00. Konfirmasi pergerakan di area tersebut akan sangat krusial dalam menentukan arah tren selanjutnya, baik untuk potensi rebound maupun kelanjutan tren turun.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







