Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental EUR/USD Naik pada Minggu Natal

EUR/USD Naik pada Minggu Natal

718
0
EUR/USD

Pasangan mata uang EUR/USD secara mengejutkan mengalami kenaikan pada hari Jumat di seminggu terakhir perdagangan menjelang Natal setelah rilis data inflasi AS yang mengalami pelemahan. Bahkan pasangan EUR/USD berada di ketinggian selama empat bulan yang baru di atas 1.1010 di 1.1011. Kenaikan ini menarik perhatian para trader dan analis, mengingat kondisi pasar yang sedang tidak menentu. Selain itu, kenaikan ini juga menunjukkan bahwa ada kepercayaan pasar terhadap euro di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hal ini terjadi, setelah dirilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS dan Personal Shopping AS yang mengalami pelemahan. Dengan ini tentu saja memberikan bebas terhadap dolar AS. Indeks dolar AS yang mengalami penurunan sebesar 0,12% menjadi 101,360. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi pertumbuhan ekonomi AS, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya dipenuhi dengan belanja konsumen. Penting untuk dicatat bahwa inflasi yang rendah dapat mempengaruhi kebijakan moneter The Fed ke depannya, sehingga para trader terus memantau dengan seksama setiap rilis data.

Kenaikan EUR/USD pada Minggu Natal

Setelah rilis data inflasi AS sebagaimana dengan yang diukur oleh Personal Consumption Expenditures (PCE) yang lebih rendah dari yang diprediksi sebelumnya, dolar AS sedang dihadapkan dengan kesulitan untuk bisa memperoleh permintaan. Dalam konteks ini, banyak analis yang memperkirakan bahwa The Fed mungkin tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan ruang bagi euro untuk tumbuh lebih kuat. Kenaikan EUR/USD ini juga sejalan dengan penguatan euro di pasar global, di mana mata uang-mata uang lain juga menunjukkan pergerakan positif terhadap dolar AS.

Indeks harga PCE inti tahunan mengalami penurunan ke 3.2% dari kondisi yang diprediksi sebelumnya di 3.3%. Tentunya ini bisa dikatakan lebih rendah dari angka sebelumnya pada bulan Oktober di 3.5%. Jika diukur secara bulanan, ukuran inflasi Federal Reserve AS (The Fed) ini mengalami kenaikan sebesar 0.1% jika dibandingkan dengan yang diprediksi sebelumnya yakni di 0.2%. Penurunan inflasi ini memberikan harapan bagi konsumen dan juga menunjukkan bahwa daya beli masyarakat mungkin akan tetap stabil. Dalam beberapa bulan mendatang, jika tren ini berlanjut, kita mungkin akan melihat pergeseran dalam fokus kebijakan ekonomi AS.

Sedangkan untuk masalah Personal Shopping AS hanya berkembang sebesar 0.2% dari bulan Oktober 0.1% di bawah dari yang diprediksi sebelumnya di 0.3%. Untuk masalah data-data yang diluncurkan pada hari Jumat minggu lalu, 22 Desember 2023, memberikan gambaran bahwa ekonomi AS pada kuartal ketiga mengalami perkembangan dengan kecepatan yang lebih lambat dari prediksi semula. Hal ini menjadi perhatian besar, terutama bagi para pelaku pasar yang melihat adanya potensi perlambatan ekonomi di tahun depan. Kenaikan EUR/USD mungkin menjadi sinyal bahwa para trader mulai beralih fokus dari dolar ke euro sebagai mata uang yang lebih stabil dalam jangka pendek.

Angka – angka tersebut muncul secara bersama-sama dengan melemahnya data manufaktur dan tanda-tanda turunnya inflasi, yang tentu saja ini sesuai dengan semakin melebarnya teori halus dari perekonomian AS. Pekan ini menutup tahun 2023 dengan liburan Natal dan liburan tahun baru, di mana kalender forex terlihat sepi dari publikasi data ekonomi seperti dari AS, Eropa dan Inggris. Meskipun demikian, trader tetap waspada terhadap potensi fluktuasi yang besar, mengingat liburan sering kali menyebabkan volume perdagangan yang lebih rendah dan meningkatkan volatilitas pasar. Dengan latar belakang ini, pergerakan EUR/USD sangat mungkin akan tetap menjadi sorotan, terutama saat trader bersiap untuk memasuki tahun baru dengan strategi baru yang mempertimbangkan semua perubahan yang terjadi di pasar global.

Selain itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang ini. Misalnya, ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia atau perubahan dalam kebijakan perdagangan internasional dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap nilai tukar EUR/USD. Para analis juga menyarankan agar investor memperhatikan data-data ekonomi yang akan datang, termasuk data ketenagakerjaan dan laporan pertumbuhan PDB, yang dapat memberikan indikasi lebih lanjut tentang arah pergerakan mata uang ini di tahun depan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses