Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Emas Terkoreksi Normal ke Angka Sekitar 2,050 USD pada Minggu Natal

Emas Terkoreksi Normal ke Angka Sekitar 2,050 USD pada Minggu Natal

702
0
emas
Three large gold bars on many dollar bills

Setelah mengalami kenaikan dengan mengetes di atas 2,070 USD per ons, terkoreksi normal pada liburan Natal. Penurunan ini merupakan hal yang biasa dalam pasar, terutama menjelang akhir tahun, di mana banyak investor melakukan pengambilan keuntungan. Bahkan juga mengalami penurunan ke 2,052 USD per ons, pada jam perdagangan terakhir, khususnya di sesi AS hari Jumat pekan lalu. Pergerakan harga emas ini sering diikuti oleh fluktuasi di pasar mata uang dan komoditas lainnya, menggambarkan bagaimana volatilitas dapat mempengaruhi keputusan investasi. Misalnya, banyak trader yang memilih untuk memindahkan aset mereka sebagai bentuk perlindungan nilai dalam periode ketidakpastian ekonomi. Pergerakan harga emas juga menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar.

Untuk masalah tingkat bunga utama Federal Reserve AS (The Fed) berada pada ketinggian selama 22 tahun. Ini menunjukkan betapa ketatnya kebijakan moneter saat ini, yang bisa berdampak pada banyak sektor ekonomi. Dalam hal ini pasar sangat menginginkan supaya The Fed segera mulai dalam usaha untuk penurunan tingkat bunga. Penurunan tingkat bunga dapat meningkatkan aksesibilitas kredit, yang mendorong konsumsi dan investasi. Selain itu, menurunnya inflasi yang bisa meningkatkan harapan investor akan percepatan penurunan tingkat bunga oleh The Fed pada tahun 2024. Dengan demikian, banyak analis mengamati setiap pernyataan dan keputusan kebijakan dari The Fed untuk menentukan arah investasi mereka.

Dalam konteks ini, investasi dalam emas menjadi pilihan yang menarik bagi banyak investor yang mencari stabilitas.

Harga emas sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral. Oleh karena itu, banyak investor yang memantau pergerakan harga emas untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Harga Emas Berada di Jalur Normal pada Minggu Natal

Hal ini secara otomatis akan memberikan dorongan kenaikan harga ke atas 2,070 USD sebelum akhirnya terkoreksi sedikit. Indikator ini menunjukkan bahwa pasar masih optimis, meski ada fluktuasi harga. Setelah keluarnya data inflasi AS sebagaimana dengan yang sudah diukur oleh Personal Consumption Expenditures (PCE) yang lebih rendah dari yang sudah diprediksi sebelumnya, investor mulai melihat sebagai alternatif yang lebih aman. Data inflasi yang lebih rendah dapat menyebabkan ekspektasi yang lebih rendah terhadap kenaikan suku bunga di masa mendatang, sehingga memicu permintaan yang dianggap sebagai aset safe haven.

Tentu saja dolar AS sedang dihadapkan dengan kesulitan dalam memperoleh permintaan. Indeks dolar AS turun 0,12% menjadi 101,360. Penurunan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai beralih kepada aset lain yang lebih menguntungkan. Indeks harga PCE inti tahunan mengalami penurunan ke 3.2% dari kondisi yang sudah diprediksi sebelumnya di 3.3%. Ini bisa dikatakan lebih rendah dari angka sebelumnya pada bulan Oktober di 3.5%. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang berkurang, dan jika tren ini berlanjut, kita bisa melihat pengaruh signifikan terhadap kebijakan moneter di masa mendatang.

Jika dihitung secara bulanan, maka untuk ukuran inflasi Federal Reserve AS (The Fed) ini mengalami kenaikan sebesar 0.1% jika dibandingkan dengan yang sudah diprediksi sebelumnya di 0.2%. Dengan melemahnya inflasi AS, maka secara otomatis pasar memberikan tekanan berupa penurunan khususnya terhadap dolar AS dan membeli sebagai jalur cadangan penurunan tingkat bunga oleh The Fed yang lebih cepat dari yang sudah diprediksi sebelumnya. Dalam konteks ini, banyak investor yang mencoba menyeimbangkan portofolio mereka dengan menambah posisi, mengingat sifatnya yang dapat bertindak sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan fluktuasi pasar.

Sebelumnya, harga sudah lebih dulu sukses dalam mengumpulkan peluang untuk bullish –nya. Bahkan juga mengalami kenaikan ke arah 2,050 USD di sekitar 2,042 USD pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis setelah data ekonomi AS dirilis. Setelah data PDB AS kuartal ketiga dirilis dengan direvisi mengalami penurunan, imbal hasil obligasi Treasury AS menurun ke level terendah sejak bulan Juli di bawah 3.9%, yang memberikan dampak berupa terjadinya reli harga. Tren ini menunjukkan bahwa tetap menjadi pilihan utama di kalangan investor, terutama di tengah ketidakpastian yang meningkat di pasar global. Dalam beberapa kasus, banyak analis merekomendasikan untuk menambahkan ke dalam portofolio sebagai langkah diversifikasi yang cerdas.

– idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses