Emas punya potensi mencatat kenaikan mingguan paling besar dalam dua bulan di hari Jumat 21/7/2017 atas pelemahan Dollar AS pada beberapa besar major currency. Greenback yang melemah mulai sejak Juni membuat daya tarik emas semakin bertambah, pasalnya emas lebih murah untuk pemegang mata uang yang lain.
Yields Obligasi juga tampak turun saat pernyataan ketua ECB, Mario Draghi yang tidak ingin terburu buru akhiri kebijakan ultra longgar/program untuk pembelian aset. Turunnya Obligasi pasti membuat keinginan logam mulia seperti Emas turut bertambah.
Analis ABN AMRO, Georgette Boele menyebutkan harapan Fed Rate Hike yang simpang siur juga akan membatasi gerakan harga Emas. Pasalnya sekarang ini Investor tengah menunggu statement FOMC di tanggal 26 Juli minggu depan untuk mencari arahan lebih tentang prospek kenaikan dari suku bunga Fed.
Dengan teknikal, Emas juga sudah menembus resisten pada Moving Average (MA) 50 serta 100 hari pada kisaran harga $1,250 per ounce, disamping itu dukungan ada di ruang MA 200 hari ke level $1,230 per ouncee.
“Penurunan Yields Obligasi serta pelemahan Dollar AS sudah mendorong Emas menguat sejumlah 3.5 % mulai sejak tanggal 10 Juli, tetapi cuma didorong oleh short-covering serta tak ada kenaikan keinginan fisik emas”, tegas Carsten Menke, Analis Komoditas pada Julius Baer.
Pada jam 20:06 WIB malam, Emas bergerak ke $1,251.59 per ounce atau sudah menguat sebesar 0.56 % mulai sejak pembukaan sesion perdagangan pada hari Jumat. Disamping itu harga Emas Berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus naik 0.1 % jadi $1,246.7 per ounce.
UD/JPY : Tertekan Pernyataan Dovish Guy Debelle
Pasangan AUD/JPY bergerak turun serta membuat alur Alt Bearish Bat saat pernyataan dovish Guy Debelle yang menyebutkan kalau ” diskusi anggota dewan pada level suku bunga yang netral pertemuan kebijakan bulan Juli semestinya jangan disimpulkan tanda gagasan untuk memperketat kebijakan “.
Diluar itu Guy Debelle juga memberikan kalau ” suku bunga Australia akan tidak turun serendah bunga global yang lain, jadi dengan automatis RBA sekarang ini tidak mesti ikuti mereka untuk mengetatkan moneter “.
Turunnya pasangan AUD/JPY mengagetkan pasar saat pernyataan yakin RBA pada sekian hari lalu ditengah BoJ yang tetap masih menjaga kebijakan ultra longgarnya di hari kemarin.






