Kurs Dolar AS menguat dengan dorongan launching NFP AS yang tunjukkan kenaikan penting diatas harapan. Mengakibatkan, harga emas ada di level rendah empat bln.. Harga emas di session Asia pada hari Senin (10/07) terpantau alami penurunan.
Waktu berita ini di turunkan, harga emas spot XAU/USD diperjualbelikan turun 0. 13 % ke kisaran harga 1,210 Dolar AS serta harga emas berjangka pada Comex New York Mercantile Exchange melandai ke level harga 1,210 Dolar AS per troy ons. Harga emas batangan pecahan 1 gr bersertifikat Antam ikut alami penurunan ke level harga Rp 579,000 serta harga buy back pada kisaran harga Rp 520,000.
Harga emas telah alami penurunan sebesar enam persen mulai sejak menyentuh level tinggi 1,295 Dolar AS pada awal bln. Juni kemarin. Data Non Farm Payrolls AS melonjak 222,000 dari sebelumnya cuma jadi bertambah sejumlah 152,000. Kenaikan data itu yaitu kenaikan paling besar empat bln.
” Dari data pasar ketenagakerjaan AS membawa dampak negatif untuk trader emas, mengingat jumlah kenaikan data itu cukup penting, ” ucap Naeem Aslam, Kepala Analis pada ThinkMarkets Inggris. Dari ketarangan Naeem Aslem, apiknya data tenaga kerja negeri Paman Sam ini bisa jadi bisa mendorong Federal Reserve untuk menambah tingkat suku bunga-nya kembali.
Disamping itu, Co-Founder Gold Forecaster, Julian Phillips memiliki pendapat, ” Harga logam mulia emas sudah melemah dikarenakan sebagian aktor pasar menilainya pengetatan kebijakan moneter serta pengurangan stimulus oleh bank-bank sentral juga akan berlangsung “.
Walau sekian, Julian Phillips yakini masih tetap ada peluang beberapa langkah itu dipending. Ada ketidakpastian keadaan finansial global juga tetaplah jadi perhatian serta bisa menambah sentimen investor pada harga emas. Phillips memberikan, launching data NFP benar-benar sangat positif, namun gaji tenaga kerja tetaplah flat. Keadaan itu menaikkan kecemasan mengenai tingkat inflasi AS.
Terlebih dulu, Federal Reserve melihat tingkat inflasi yang rendah berbentuk sesaat serta bank sentral ini tetaplah buka kesempatan rate hike the Fed sekali lagi, seperti yang telah diprediksikan oleh beberapa analis kalau bank sentral AS ini juga akan menambah suku bunga 1x sekali lagi di tahun 2017.
Untuk ketahui tanda atau tanda rate hike yang lain, dalam satu pekan ke depan beberapa besar aktor pasar juga akan fokus pada testimoni Ketua the Fed, Janet Yellen. Diluar itu, pasar juga akan menantikan rilis serentetan data ekonomi perlu AS termasuk juga data inflasi dan retail sales.






