Harga minyak turun di hari Senin, searah dengan pasar saham yang melemah sesudah bukti jika perkembangan ekonomi di China, customer minyak mentah paling besar ke-2 dalam dunia, alami penurunan pada tahun 2018.
Futures minyak mentah Brent LCOc1 paling akhir turun 35 sen di hari itu di $ 62,35 per barel pada 0946 GMT, sesaat minyak mentah AS CLc1 turun 23 sen jadi $ 53,57 per barel.
Pasar keuangan kombinasi lebih lemah sesudah data tunjukkan perkembangan ekonomi 2018 China melambat ke yang terlemah dalam 28 tahun, pada 6,6 % berbanding 6,8 % pada 2017.
Walau perlambatan itu searah dengan harapan serta tidak setajam yang diprediksikan beberapa analis, pendinginan ekonomi nomer dua dunia itu membayangi perkembangan global.
Masih kemungkinan besar jika pertikaian perdagangan dengan AS sudah mainkan sisi dalam perlambatan paling baru ini, tapi investor harus juga memperhitungkan jika itu mustahil buat ekonomi China untuk tumbuh pada kecepatan yang sudah 10 Sekian tahun.
Dalam 10 tahun ke depan, saat hukum pengembalian alami penurunan masuk, serta ekonomi jadi lebih masak, kata kepala analis pasar CMC Markets, Michael Hewson.
Sesaat ada kecemasan jika ekonomi global yang melambat bisa berefek pada perkembangan keinginan minyak serta, oleh karenanya, prospek harga, pengurangan produksi yang dikerjakan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak OPEC peluang akan memberi dukungan harga minyak mentah, beberapa analis yakin.
Anda tidak bisa membetulkan harga minyak pada posisi ini. Kami pada intinya mencari rata-rata hampir $ 70 per barel untuk Brent pada 2019, kata paka taktik komoditas ING Warren Patterson.
Satu laporan terpisah dari Biro Statistik Nasional China di hari Senin tunjukkan throughput kilang minyak mentah naik ke rekor 12,1 juta barel /hari bph, naik 6,8 % dari tahun awal mulanya.
Di Amerika Serikat, perusahaan daya memotong jumlahnya rig pengeboran minyak sampai 21 pada minggu ini sampai 18 Januari, jadikan jumlahnya totalnya turun jadi 852, paling rendah semenjak Mei 2018, perusahaan layanan daya Baker Hughes menjelaskan dalam satu laporan mingguan mengenai Jumat.
Ini ialah penurunan paling besar semenjak Februari 2016, sebab pemboros bereaksi pada penurunan 40 % harga minyak AS akhir tahun kemarin, akan tetapi, produksi minyak mentah AS masih tetap naik lebih dari 2 juta barel /hari pada tahun 2018, ke rekor 11,9 juta barel /hari.
Dengan hitungan rig berhenti, tingkat perkembangan tahun kemarin mustahil terulang lagi pada 2019, walau sejumlah besar analis memprediksi produksi tahunan rata-rata lebih dari 12 juta barel /hari.






