Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Naik Ke Posisi Tertinggi

Dolar AS Naik Ke Posisi Tertinggi

658
0

DXY diperdagangan hampir tidak aktif pada rata-rata 96.35 sampai pertengahan session Eropa hari Senin 21/1, sesudah melejit sampai posisi paling tinggi dua minggu di akhir minggu kemarin.

 

Tempat Dolar AS condong konstan pada sebagian besar mata uang mayor di dalam kurangnya data berefek tinggi yang launching ini hari sebab bank-bank Amerika Serikat ditutup berkenaan dengan hari Martin Luther King, Jr.

 

Akhir minggu kemarin, data Produksi Industri Amerika Serikat bulan Desember dilaporkan bertambah 0.3 %, melebihi harapan pada laju 0.2 % Month-over-Month.

 

Produksi Manufaktur pun melejit 1.1 % dalam periode yang sama, jauh diatas harapan yang dibanderol pada 0.3 %. Ke-2 data itu memberi dukungan animo Dolar AS kembali, meskipun indeks Sentimen Customer Michigan preliminer turun dari 98.3 ke 90.7 bulan Januari.

 

Selain itu, beberapa resiko non-data ekonomi masih tetap jadi fokus perhatian aktor pasar. Salah satunya keinginan akan memudarnya ketegangan perdagangan pada AS serta China, optimisme berkaitan Brexit.

 

Muncul kekhawatiran tentang komunikasi beberapa petinggi Federal Reserve yang semakin dovish. Akan tetapi, keadaan semacam ini malah memberi dukungan penguatan Dolar AS.

 

Indeks Dolar jelas ada pada jalan pemulihan. Mata uang ini terkungkung pada trend alami penurunan pada awal Januari, tapi sekarang kembali dibeli pada rekan-rekannya seperti Yen, Euro, Pound, serta Aussie, kata Junichi Ishikawa, ahli taktik forex senior di IG Securities, pada Reuters.

 

Sambungnya kembali, Apakah situasi ‘risk on’ yang sekarang ini memberi dukungan Dolar akan bersambung, bergantung pada laporan penghasilan korporasi AS. Peluang AS serta China terpecah kembali masalah rumor perdagangan serta perpolitikan AS masih tetap jadi beberapa faktor resiko mungkin paling penting.

 

Perseteruan perdagangan AS-China sudah mengakselerasi perlambatan ekonomi China. Pada laporan yang launching ini hari, Gross Domestic Product GDP China cuma bertambah 6.4 % YoY  pada kuartal ke empat tahun 2018. Angka itu sama dengan harapan pasar, tapi adalah laju perkembangan GDP sangat lamban semenjak tahun 1990.

 

Di lain sisi, banyak korporasi AS yang jadikan China menjadi salah satunya market share penting dan mempunyai jalinan dagang spesifik dengan negeri Panda itu.

 

Beberapa pihak cemas jika laporan penghasilan korporasi raksasa AS yang launching musim ini akan terpukul karena perlambatan ekonomi China, meskipun neraca keuangan beberapa perbankan minggu kemarin relatif cukuplah memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses