Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Efek Politik Menekan Euro, Dolar AS Naik Tipis

Efek Politik Menekan Euro, Dolar AS Naik Tipis

830
0

Euro melemah pada dolar AS hari Senin kondisi tersebut karena muncul kecemasan atas ketidakpastian politik pada zona euro membebaninya hingga dolar AS semakin lebih tinggi meski data inflasi AS dalam hari Jumat yang kurang penuhi harapan pasar.

EUR/USD menurun ke 0, 33% jadi 1,1770, level hingga mencapai level hampir 1 minggu. Kondisi tersebut sebagai pasangan masih tetap relatif tipis.

Euro masih terbayang baying tekanan menyusul kebangkitan berlebihan kanan pada keputusan umum Austria dalam Minggu ini serta menjadi sebuah kemunduran yang dihadapi Kanselir Jerman Angela Merkel pada keputusan negara dalam akhir minggu kemarin.

Kecemasan atas peluang gerakan Catalunya (Catalonia) menuju kemerdekaan juga terus menjadi sorotan pasar disebabkan lokasi itu lagi menjadi salah satu mengklarifikasi apakah mereka dengan resmi mendeklarasikan dari kemerdekaan hingga batas hari Senin ini seperti yang sebelumnya diputuskan dari pemerintah pusat.

Keterangan dari ketua Catalan Carles Puigdemont yang mengulangi tawarannya untuk berjumpa Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy sesegera mungkin saja untuk membahas kondisinya saat ini.

Tetapi pelemahan euro masih tertahan di dalam harapan kalau Bank Sentral Eropa/ECB juga akan menggariskan gagasannya pada akhir bulan ini untuk mulai pengurangan program dan stimulusnya.

Disamping itu yen menguat pada dolar AS, dengan situasi USD/JPY tergelincir ke 111,65, tidak jauh dari level paling rendah hari Jumat di level 111,67, yang disebut level paling lemah untuk dolar AS pada yen mulai sejak tanggal 26 September.

Greenback turun dalam perdagangan hari Jumat sesudah data inflasi AS yang lebih rendah dari jumlah perkiraan jadi kabut suram untuk prospek kenaikan terhadap suku bunga yang lain dari Federal Reserve dalam perkiraan beberapa bulan yang akan datang.

Walau inflasi naik diposisi paling cepat dalam delapan bulan, tetapi itu semuanya itu mendapatkan dukungan oleh kenaikan harga bensin sesudah badai yang menerpa wilayah selatan AS.

Data itu meredam harapan pasar yang sebelumnya dari The Fed juga akan menambah suku bunga pada bulan Desember, hal itu menjadi yang ke-3 dalam tahun ini apabila itu terjadi.

Pada Minggu kemarin Ketua Fed Janet Yellen menyebutkan jika beberapa pembuat kebijakan juga akan mengamati data inflasi di beberapa bulan yang akan datang. Dia juga menyebutkan kalau ekonomi akan terus semakin kuat serta kemampuan pasar tenaga kerja yang terus menuntut kenaikan suku bunga dengan bertahap walau inflasi dalam kondisi lemah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses