Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Yen dan Dolar Australia Mampu Menekan Dolar AS Secara Perlahan

Yen dan Dolar Australia Mampu Menekan Dolar AS Secara Perlahan

665
0

Dalam perdagangan pasar uang Asia Pasifik sampai mendekati siang hari Senin awal minggu ini, secara umum situasi dolar AS kesempatan ini bergerak sedikit memberi tekanan pada mata uang utama Asia, dengan penyebabnya karena naiknya suku bunga dari the Fed untuk ke-4 kali dalam tahun depan dan memburuknya dari beberapa data ekonomi Asia.

Selama ini USDJPY berada di level 111,93 di mana pada sesi penutupan perdagangan yang sebelumnya ada di level 111,79. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk saat ini masih berada di 0,7872 di banding penutupan perdagangan yang sebelumnya ada di level 0,7881. Untuk mata uang China, yuan/USDCNY untuk saat ini masih bergerak di 6,5675 sesudah perdagangan pagi tadi ditutup di 6,5666.

pagi tadi sampai siang, laporan dari ekonomi Jepang dan China yang setelhah rilis, dari perkiraan dari Jepang terapat data revisi produksi industri yang sedang mengalami sedikit penurunan dari 2,1% ke 2,0% dalam bulan kemarin. Sedang dari China ada data inflasi pada tingkat produsen ataupun konsumen.

Namun Inflasi produsen berubah dengan bergerak naik dari 6,3% ke 6,9%, menjadi level tertinggi dari sejak 8 bulan yang lalu, sedang inflasi konsumen turun dari 1,8% ke 1,6%. Hal semacam ini yang membuat yuan sedikit terkoreksi. Sedang dari Australia tak ada data ekonomi, tetapi data inflasi China yang membuat dolar Australia kurang bertenaga di awal minggu ini walau harga minyak juga positif.

Tetapi kenyataannya untuk yen sendiri masih mengalami pelemahannya yang tidak masih bergejolak naik-turun hari ini walau bayang-bayang keadaan Korea Utara dan Timur Tengah/Irak yang masih tetap belum juga reda suasananya, namun masih tetap tak ada tindakan safe haven. Ini semuanya disebabkan investor masih tetap menunggu hasil pernyataan Janet Yellen semalam.

Dalam sebuah lembaga perbankan di AS dengan dihadiri berbagai pihak bank sentral utama dunia, Yellen punya opini kalau keadaan ekonomi AS masih tetap juga akan melaju dengan moderat dengan kata lain berkepanjangan hingga suku bunga yang naik begitu menolong the Fed untuk melindungi stabilitas ekonomi dalam negeri AS. Yellen juga menyaratkan kalau di Desember kelak sekitaran 99, 99% suku bunga dari the Fed naik, serta ditambah juga keadaan inflasi yang masih tetap di bawah target the Fed sebesar 2%, peluang kurang dari 2 tahun juga akan di atas target itu.

Surprise pernyataan keseriusan Yellen tersebut ditambah juga pernyataan dari Eric Rosengren, selaku kepala cabang the Fed di Boston, kalau tahun yang akan datang bisa saja suku bunga the Fed akan terus bergerak naik 4 kali lipat. Pernyataan konfrontatif itu memanglah membingungkan pasar di awal minggu sesudah di akhir minggu kemarin investor buang dolar AS saat kecewa dengan data inflasi serta penjualan eceran AS yang di rasa kurang gregetnya.

Tetapi cepat-cepat Yellen semalam menolaknya kalau the Fed maklum dari buruknya perform ekonomi AS di kuartal ke-3 yang lalu dikarenakan aspek bencana alam, tetapi Yellen menyatakan jika keadaan itu periode pendek semata, serta diakhir kuartal 4 nati juga akan kembali mencapai puncak situasi laju ekonomi AS.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses