Beranda Analisa Forex DXY Tembus Level 100 Pasca Risalah The Fed, Yen dan Poundsterling Tertekan...

DXY Tembus Level 100 Pasca Risalah The Fed, Yen dan Poundsterling Tertekan Hebat

64
0
DXY, yen, poundsterling

Pasar forex hari ini 20 November 2025, didominasi oleh sentimen bullish (penguatan) Dolar AS (USD) secara luas. Indeks Dolar AS (DXY) sedang menguji level tertinggi bulanannya, didorong oleh sikap hawkish dari Federal Reserve yang meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif di bulan Desember. Sementara itu, mata uang rival seperti Yen Jepang (JPY) dan Poundsterling (GBP) mengalami pelemahan signifikan akibat divergensi kebijakan moneter.

Kondisi Teknikal Pair Utama

  • USD/JPY (Bullish Kuat):
    • Diperdagangkan di kisaran 157.00, naik lebih dari 1.00% hari ini.
    • Pasangan ini menembus level psikologis 155.00 dengan momentum kuat. Indikator teknikal menunjukkan tren kenaikan yang solid (EMA melebar), menargetkan resistensi kunci tahunan di 158.20. Jika level ini tembus, tren bullish jangka panjang akan terkonfirmasi.
  • GBP/USD (Bearish):
    • Posisi Harga Tertekan turun signifikan.
    • Pair ini jatuh setelah data inflasi Inggris (CPI) dirilis lebih rendah dari ekspektasi (3.6% vs 3.8% sebelumnya). Secara teknikal, harga gagal menembus resistance jangka pendek dan kini menguji support krusial di tengah meningkatnya probabilitas pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE).
  • EUR/USD (Bearish):
    • Posisi Harga Diperdagangkan di sekitar level 1.1510 – 1.1520.
    • Mengalami penurunan selama 4 sesi berturut-turut. Tekanan jual meningkat dengan support terdekat di area 1.1500. Jika level ini jebol, pair ini berpotensi melanjutkan tren penurunan menuju level terendah mingguannya.

DXY, yen, poundsterling, euro

Penyebab Utama

  1. Risalah FOMC (The Fed Minutes):
    Penyebab utama penguatan USD adalah rilis risalah pertemuan The Fed yang bernada “netral/hawkish”. Para pejabat The Fed mengisyaratkan keraguan untuk memangkas suku bunga di bulan Desember, berbeda dengan ekspektasi pasar sebelumnya yang terlalu optimis akan pelonggaran kebijakan.
  2. Data Inflasi Inggris (UK CPI):
    Inflasi Inggris melambat lebih cepat dari perkiraan menjadi 3.6%. Hal ini melemahkan Poundsterling (GBP) karena pasar kini meyakini BoE memiliki ruang lebih besar untuk memangkas suku bunga guna mendorong ekonomi, kontras dengan The Fed yang menahan suku bunga.
  3. Sentimen Risiko & Laporan Nvidia:
    Meskipun laporan pendapatan Nvidia sangat positif dan menopang pasar saham, arus dana safe-haven tetap mengalir ke Dolar AS karena ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar obligasi, membuat USD menjadi aset pilihan ganda (imbal hasil tinggi & keamanan).

– idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses