Poundsterling terlihat stabil sampai sesi perdagangan Eropa di buka pada Senin (12/Jun) sore hari ini. PM Theresa May sedangberusaha keras membuat kembali Partai Konservatif yang ambruk sesudah pemilu minggu lalu. Pemerintahan Inggris yang masuk dalam fase Hung Parliament dengan tidak langsung mengganggu negosiasi Brexit yang bakal dilanjutkan.
GBP/USD pada diperdagangkan di 1.2726, melandai dari mulanya di angka 1. 2756. Di akhir minggu lalu, GBP/USD jatuh sampai 1.7% dalam rangka pemilu parlemen. Keseluruhan, Poundsterling telah ambruk sampai 2.5 % minggu lalu, serta jadi level paling rendah mulai sejak pertengahan April. EUR/GBP diperdagangkan di angka 0.88125, masih tetap di ruang level tinggi akhir minggu lalu.
Perubahan politik Inggris paling baru menyampaikan kabar kalau Menteri Spesial Brexit, David Davis, membela PM Theresa May dari kritik eks Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, yang memanggil kalau posisi May sekarang ini seperti sesosok zombie ” dead woman walking “.
Partai Konservatif yang mengusung May tidak berhasil memenangi suara sebagian besar di pemilu parlemen. Oleh karenanya, mereka bakal memerlukan support dari Partai Democratic Unionist Irlandia Utara untuk menggerakkan pemerintahan. Davis mengaku keperluan itu untuk terus menggerakkan roda pemerintahan yang semestinya. Walau demikian, Davis menyampaikan kalau Partai Konservatif masih akan tidak mensupport ide partai minoritas itu untuk melegalkan aborsi serta pernikahan sesama tipe.
Lepas dari hal itu, belumlah ada perubahan terkini lagi berkaitan siasat percaturan politik May. ” Masih tetap ada ketidakpastian besar yang menemani gosip (politik Inggris) ini, termasuk juga bagaimana langkah (pemerintah Inggris) untuk menegosiasikan Brexit, ” kata Shincihiro Kadota, Paka Forex Senior dari Barclays, Tokyo. ” Seretnya gerakan (Sterling) lebih karena oleh pasar yang pilih menanti info baru dibandingkan dengan menggubris beberapa tanda yang menghadap ke penurunan (Sterling), ” imbuhnya.
Pandangan lain diungkapkan oleh analis Standar Life Investments, Andrew Milligan. Menurut dia, bila menginginkan lebih lemah lagi, Sterling membutuhkan berita baru yang tunjukkan perubahan penting pada dua hal, yaitu tentang ekonomi Inggris atau negosiasi Brexit, demikian yang diambil oleh Reuters.






