DXY tidak stabil dalam waktu benar-benar lebar di antara 93.09-94.30 dalam perdagangan hari ini 5/11. Hasil perhitungan suara awalnya dalam pemilu presiden AS menyaratkan jika calon presiden Joe Biden dari partai Demokrat semakin unggul.
Dia memiliki peluang besar untuk menaklukkan petahana Donald Trump yang diunggulkan partai Republik. Di lain sisi, Donald Trump tuntut supaya perhitungan suara di beberapa negara sisi selekasnya disetop serta memberikan ancaman akan memperkasuskan hasil perhitungan ke Mahkamah Agung AS.
Dollar AS Resah
Investor serta trader bersiap-sedia hadapi pergolakan serta ketidaktetapan berkelanjutan karena kacau pemilu AS. Gerakan dollar AS serta bermacam mata uang lain peluang tetap akan naik-mengalami penurunan serta volatile, sebab aktor pasar terjerat di antara posisi USD selaku safe haven serta prospek ekonomi AS di depan yang tidak pasti.
Kemenangan Joe Biden diprediksi akan bawa resiko peraturan luar negeri yang lebih lunak, berbelanja pajak sesemakin besar, dan pajak korporat sesemakin tinggi. Semuanya dilihat negatif untuk USD.
Sedangkan bila Biden pimpin negeri pada keadaan parlemen masih terpecah seperti sekarang ini, karena itu dia akan hadapi banyak halangan untuk mewujudkan janji-janjinya.
Semakin memperumit keadaan, data-data ekonomi AS kembali lagi tampilkan momen pemulihan yang menghilang di tengah-tengah gelombang ke-2 wabah COVID-19.
Jumlah claim pengangguran mingguan barusan disampaikan naik 751k, sesemakin tinggi dari perkiraan yang sejumlah 732k.
Walau sebenarnya proposal stimulus tambahan berharga masif yang direncakan Biden peluang akan dihentikan Senat yang terkuasai oleh tim Republikan.
Gerakan untuk yuan serta peso memperlihatkan jika pasar coba mempertimbangkan kemenangan Biden, papar Masafumi Yamamoto, kepala ahli taktik mata uang di Mizuho Securities, seperti dikutip oleh Reuters, Untuk fakta yang sedikit berlainan, kita bisa juga melihat pengokohan euro pada dollar.
Beberapa mata uang negara berkembang seperti yuan China, ringgit Malaysia, serta rupiah Indonesia sudah alami pengokohan karena pertaruhan kemenangan Biden.
Tetapi jika Trump betul-betul menuntut hasil pemilu sampai Mahkamah Agung serta memperoleh kesempatan menang dengan tuntutan itu, aksi risk-off peluang akan kembali lagi memburu mata uang-mata uang itu.






