DXY bertahan untuk range 94.00 dalam perdagangan hari ini, menunggu pemungutan suara untuk pilpres di Amerika Serikat.
Bermacam kecemasan pasar sudah menggerakkan investor berpindah ke beberapa aset safe haven seperti dollar AS. Tetapi, beberapa ahli memandang USD berkesempatan jatuh lepas dari siapa saja yang akan dipilih jadi Presiden AS ke-46.
Kekhawatiran Terhaadap Dollar
Menurut beberapa ahli, aspek terpenting yang akan memberatkan kurs USD ialah suku bunga.
Suku bunga The Fed sekarang ini ada di antara 0-0.25 %, serta diprediksi tetap akan dekat rekor paling rendah selama hidup sampai sekian tahun di depan.
Kemenangan calon presiden Joe Biden serta partai Demokrat mempunyai potensi makin memberatkan dollar AS.
Masalahnya si bekas wakil presiden AS di zaman Presiden Obama itu peluang menetapkan beberapa peraturan yang dilihat negatif untuk dollar seperti stimulus pajak semakin besar serta penangguhan pemotongan pajak korporat.
Jika Donald Trump menang akan mendatangkan skenario yang lebih naik-turun untuk dollar AS.
Jika Trump meneruskan sikap agresifnya versi China, dollar AS peluang akan makin memikat selaku safe haven di mata investor. Selanjutnya, keinginan safe haven akan bergumul dengan kurangnya daya tarik bunga rendah.
Sepanjang tahun, keunggulan suku bunga AS dibandingkan beberapa negara maju lain seperti Jepang serta Uni Eropa sudah menyokong animo USD.
Keadaan ini berbeda saat The Fed menghajar suku bunga di awal tahun 2020 untuk mengatasi imbas wabah COVID-19.
Beberapa negara maju lain jaga suku bunga rendah, tapi selisihnya dengan suku bunga The Fed jadi benar-benar minim atau bahkan juga tidak ada.
Bisa Menjadi pengurangan konvergensi suku bunga dikarenakan COVID, papar Kit Juckes dari Societe Generale dalam satu catatan yang diambil oleh Reuters. Hal ini terang negatif untuk dollar, serta jauh dari diakui oleh pasar sekarang ini.
Satu survey Reuters yang dikerjakan bulan kemarin memperlihatkan jika prediksi median beberapa riset untuk euro akan kuat sampai USD1.21 dalam satu tahun di depan. Sekarang ini, EUR/USD masih berada di posisi 1.1700.






