Pasar forex hari ini (15 Oktober 2025) menunjukkan perubahan arah signifikan setelah dolar melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Komentar dovish dari Ketua Federal Reserve (Jerome Powell) memicu harapan baru bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga, sementara euro dan poundsterling memanfaatkan momentum untuk menguat.
The Fed Isyaratkan Potensi Penurunan Suku Bunga
Dalam pidatonya pada Selasa malam waktu Washington, Powell menegaskan bahwa The Fed “akan tetap fleksibel” dan terbuka terhadap penyesuaian kebijakan moneter bila data ekonomi melambat.
Komentar tersebut segera menekan Indeks Dolar AS (DXY) ke bawah level 104,2, terendah dalam dua minggu terakhir.
Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan peluang penurunan suku bunga 25 basis poin pada November naik menjadi 65%, menambah tekanan bagi dolar.
Euro Rebound Setelah Tertekan Politik Prancis
Pasangan EUR/USD menguat sekitar 0,45% ke level 1,173, setelah sempat jatuh ke 1,167 pada awal pekan.
Menurut Reuters, pelaku pasar mulai kembali membeli euro setelah data inflasi zona euro menunjukkan stabilisasi. Pejabat ECB juga menegaskan bahwa risiko inflasi “masih terkendali”, memperkuat sentimen positif terhadap mata uang tunggal Eropa.
Poundsterling Menguat Didukung Data Tenaga Kerja
GBP/USD juga naik 0,3% ke level 1,298, didukung oleh data ketenagakerjaan Inggris yang solid. Kenaikan upah tahunan membuat Bank of England (BoE) kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga.
Kondisi ini membantu pound memperkuat posisinya di tengah pelemahan dolar AS.
Pasar Asia Mengikuti Tren Positif
Di Asia, indeks saham seperti Nikkei 225 dan Kospi naik lebih dari 1% mengikuti penguatan sentimen global.
Pasangan USD/JPY relatif stabil di area 148,20, namun analis memperingatkan potensi intervensi dari Bank of Japan (BoJ) jika yen melemah lebih dalam.
Meski begitu, ketegangan dagang AS–China tetap menjadi risiko utama yang menahan laju penguatan aset berisiko.
IMF Peringatkan Risiko Valas Global
Dalam laporan terbarunya, IMF menyoroti risiko struktural di pasar valuta asing global.
Lembaga tersebut menilai volatilitas FX bisa meningkat drastis jika bank sentral dunia gagal menyelaraskan kebijakan mereka.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa meskipun dolar melemah saat ini, pergerakan balik (rebound) bisa terjadi cepat apabila inflasi AS kembali naik.
Prospek dan Prediksi
Menurut analis FXStreet, pasangan EUR/USD berpotensi naik ke area 1,180–1,185 selama sentimen dovish terhadap The Fed masih kuat.
Namun, USD/JPY kemungkinan akan bergerak sideways di kisaran 147–149, dengan fokus pasar tertuju pada pergerakan yield obligasi AS dan kebijakan BoJ.
Secara teknikal, tren jangka pendek menunjukkan bias bullish untuk euro dan pound, sementara dolar masih dalam fase konsolidasi.
Kesimpulan
Hari ini, dolar melemah menjadi tema utama pasar forex global.
Komentar dovish Jerome Powell memperlemah greenback dan mengangkat mata uang utama lain seperti euro dan poundsterling.
Namun, volatilitas tetap tinggi karena faktor global seperti inflasi AS, kebijakan ECB, dan ketegangan dagang AS–China dapat mengubah arah pasar sewaktu-waktu.
Bagi trader, kondisi ini membuka peluang untuk strategi jangka pendek pada pasangan EUR/USD dan GBP/USD, sambil tetap memperhatikan rilis data ekonomi berikutnya.







