Dolar AS terlihat urung meneruskan pada mata uang mayor di sesion perdagangan Jumat kemarin sore ini. Di sesion sebelumnya, data Klaim Pengangguran AS dilaporkan menguat serta beberapa investor tengah menunggu launching data GDP AS nanti.
EUR/USD tergelincir 0.13% ke angka 1.1195, tetapi naik lagi ke 1.2260 waktu berita ini ditulis. Sedang penguatan Dolar AS paling penting berlangsung pada Pound, di mana GBP/USD telah mencium level 1.2872 sore ini, bersamaan dengan berkurangnya elektabilitas PM Theresa May. Data Klaim Pengangguran AS cuma naik 1,000 jadi 234, 000. Angka itu lebih rendah dari pada perkiraan beberapa ekonom yang memprediksi kenaikan capai 238, 000.
Data itu nampak sesudah Notulen Rapat FOMC untuk tanggal 2-3 Mei lalu tunjukkan kalau bank sentral AS itu merencanakan untuk kurangi neraca keuangan mereka sampai akhir tahun. Peluang bakal memakai system di mana cap limit bakal diimplementasikan pada seberapa banyak The Fed akan tidak re-investing tiap-tiap bulannya. Selain itu, tentang kenaikan suku bunga, The Fed masih buka kesempatan kenaikan kurun waktu dekat, meskipun memberikan kata kalau bakal ” lebih bijak ” bila menanti data-data ekonomi AS lain selanjutnya.
Williams : Saya Belum Saksikan Kejelasan Kebijakan Fiskal
Pagi tadi, presiden The Fed untuk Lokasi San Fransisco, John Williams, menyampaikan kalau ia menggunakan semakin banyak saat untuk pikirkan bagaimana lanjutan kebijakan fiskal dalam pemerintahan Presiden Donald Trump bisa memiliki pengaruh pada ekonomi AS. Selama ini, Williams melihat akibat yang untungkan dari kebijakan fiskal untuk ekonomi periode pendek, masih tetap kecil sekali. Untuk periode panjang lebih kecil lagi.
” Saya mempunyai sedikit harapan atau ekspektasi, kalau kebijakan fiskal serta kebijakan pemerintah yang lain bakal semakin jelas (seiring berjalannya waktu) ; (sayangnya) hal semacam ini belum berlangsung, ” kata Williams.
Sedang untuk permasalahan kenaikan suku bunga. Presiden The Fed yang pernah berkunjung ke Jakarta pada tahun lalu ini menyampaikan kalau The Fed memerlukan kenaikan suku bunga tiga kali, semasing untuk tahun 2018 serta 2019. ” Dari segi kebijakan moneter, kami mesti memposisikannya dengan baik, lepas dari apa yang sesungguhnya berlangsung, ” kata Williams mengacu pada skenario kebijakan fiskal.
Menyusul komentar Williams, Dolar AS selalu melemah pada Yen, dengan USD/JPY ada di angka 111. 103, dari sebelumnya di angka 111. 850.





