Pasangan mata uang AUD/USD melemah empat hari berturut-turut serta tersuruk pada rata-rata 0.6435-an dalam perdagangan ini hari 14/5.
Isu mengenai permasalahan export daging Australia ke China tersebar semenjak akhir minggu, ikut mendesak ketertarikan efek pasar.
Di lain sisi, data ketenagakerjaan Australia memperlihatkan keadaan yang lebih buruk secara cepat.
Australian Bureau of Statistics ABS memberikan laporan jika data Employment Change cetak -594.3k pada bulan April.
Angka itu menyalip habis bertambahnya pekerjaan yang tercetak semasa beberapa waktu awalnya, sekaligus juga makin jelek dibandingkan perkiraan yang cuma dibanderol pada -575.0k saja.
Beberapa ekonom mensinyalir tingkat pengangguran selalu bertambah. Jumlah pekerjaan yang besar sekali hilang pada April sesudah penerapan limitasi utama pada perusahaan-perusahaan.
Pekerjaan turun 594k, pengurangan paling besar dala riwayat pendataan data yang diawali pada 1978, kata Janu Chan, seorang ekonom dari St George Bank.
Ada banyak kabar positif mengenai usaha membendung pandemi di Australia serta gagasan untuk menormalisasi kesibukan ekonomi, Karena itu, rasio pekerjaan yang hilang semasa April peluang tidak terulang lagi.
Meskipun begitu, pelemahan selanjutnya dalam ketenagakerjaan masih dapat berlangsung serta tingkat pengangguran peluang naik semakin tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Data ketenagakerjaan kemungkinan masih kurang untuk bawa AUD/USD keluar dari rata-rata 0.6375-0.6570, tapi background makro yang negatif peluang akan membuat semakin lebih rendah, kata John Noonan, seorang analis pasar Reuters.
Noonan memandang Aussie punyai kesempatan untuk memperoleh dukungan periode pendek dari tingginya keinginan asing pada lelang obligasi pemerintah Australia tempo hari.
Keinginan asing yang tinggi pada obligasi ini mempunyai potensi mendongrak nilai ganti Dolar Australia. Tetapi, dia mengatakan, Tiap reli yang dibuat oleh arus dana berkaitan obligasi harus dilihat untuk kesempatan jual.
Selain itu, aktor pasar mengawasi rumor export daging Australia ke China yang beritanya dikunci karena kasak-kusuk pemerintah Aussie untuk turut menginvestigasi sumber virus Corona di negeri Panda.
Menurut Menteri Perdagangan Australia, pemerintah sudah dikasih pernyataan oleh kewenangan China jika penutupan itu terkait dengan pemberian label serta ketentuan sertifikat kesehatan yang sudah berjalan lebih dari satu tahun.
Tetapi, pasar meragukan alasan itu serta mensinyalir China akan memakai perdagangan untuk amunisi pada faksi mana juga yang berusaha menudingnya untuk biang COVID-19.






