DXY reli semenjak session New York tempo hari sampai ini hari 14/5 karena keteguhan Ketua Federal Reserve dalam menolak pertaruhan sekitar suku bunga negatif.
Waktu kabar dicatat, DXY telah kembali lagi masuk tenggang resistance kuat pada rata-rata 100.00-an.
Greenback terlihat unggul pada sebagian besar mata uang mayor, terkecuali partnernya yang saling diketahui untuk mata uang safe haven, Yen.
Dalam awal perdagangan minggu, Fed Funds Rate mulai mempertimbangkan suku bunga AS di bawah 0 pada tahun kedepan.
Pertaruhan itu didasari oleh anjuran Presiden AS Donald Trump supaya The Fed mengaplikasikan suku bunga negatif.
Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menangkis pertaruhan yang tersebar di golongan aktor pasar mengenai peluang pemotongan suku bunga ke kawasan negatif itu dalam pidatonya semalam.
Pandangan negatif komite FOMC pada suku bunga negatif belum beralih. Ini bukanlah suatu hal yang kami mengantisipasi, kata Powell.
Dalam pidato yang sama, dia menjelaskan begitu jeleknya outlook ekonomi AS ke depan. Tetapi, Powell memandang piranti kebijaksanaan The Fed waktu cukup mencukupi untuk menanggulanginya.
Dolar sukses kembali naik sesudah tanggapan Powell mengenai suku bunga negatif, tapi bias Dolar saat ini cukup netral, kata Takuya Kanda dari Gaitame.com Research Institute, seperti dikutip oleh Reuter.
Kemungkinan ada beberapa arus safe haven masuk ke dolar, tapi kesemua orang hadapi permasalahan ekonomi yang sama karena disebabkan virus Corona.
Amerika Serikat serta beberapa negara lain mulai melapangkan lockdown untuk membolehkan beberapa pabrik serta beberapa toko kembali lagi melakukan aktivitas.
Namun, ada efek besar yang ada dari peluang hadirnya gelombang ke-2 pandemi.
Dalam soal ini, pemulihan ekonomi diprediksikan tetap susah diraih serta akan memerlukan waktu lama sampai satu vaksin virus Corona diketemukan serta ditebarluaskan.
Selain itu, beberapa investor memperhitungkan launching data produksi industri serta pemasaran ritel China yang akan dipublikasikan di hari Jumat.
Beberapa laporan itu diinginkan bisa memberi panduan mengenai berapa cepat pemulihan ekonomi di negara ekonomi paling besar ke-2 dunia itu.






