Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Australia Tertekan Pada Saat Laporan Indeks Upah

Dolar Australia Tertekan Pada Saat Laporan Indeks Upah

640
0

Dalam perdagangan hari ini untuk laporan Indeks upah Wage Price Index untuk Pekerja di Australia menguat tipis di kuartal pertama 2018, tidak dapat penuhi harapan perkembangan dari beberapa ekonom. Dalam basis tahunan, penguatan menjangkau 2. 1 %.

 

Hasil ini tidak mensupport tempat Dolar Australia yang hingga saat ini masih tetap tertekan karena penguatan Greenback. Sedangkan untuk Indeks upah di Australia bertambah 0. 5 % di kuartal pertama tahun ini, lebih rendah dari pada harapan penguatan 0. 6 %.

 

Perkembangan gaji di bidang swasta juga masih tetap di dekat posisi rendah historis, yaitu di 1. 9 %. Perkembangan gaji teratas di Australia diraih oleh bidang service kesehatan dengan penguatan yang lebih dari 2 %.

 

Laporan yang termasuk tidak sesuai harapan itu diprediksikan juga akan membebani penguatan berbelanja orang-orang serta menekan inflasi Australia yang masih tetap di posisi rendah.

 

Pada hari Selasa tempo hari, Deputi Gubernur Bank Sentral Australia RBA Guy Debelle menyebutkan kalau ada peluang tingkat pengangguran yang lebih rendah masih tetap lebih diperlukan oleh perekonomian Australia sekarang ini, daripada menginginkan penguatan gaji.

 

Dolar Australia merespon laporan yang dilaunching pada itu dengan menurunnya AUDUSD dari 0. 7470 ke 0. 7450. Laporan itu buat beberapa investor mengekspektasikan RBA juga akan pilih untuk menjaga suku bunga rendah 1. 50 % mereka. Diluar itu, penguatan Dolar AS mulai sejak tempo hari juga jadi aspek yang melemahkan Dolar Australia.

 

Laporan Penjualan Ritel Amerika Serikat yang diumumkan tempo hari malam, serta hawkish-nya komentar dari sebagian petinggi The Fed berhasil memperkuat Dolar AS. Namun, ekonom dari National Australia Bank, David De Garis, percaya ada aspek beda yang buat Dolar AS kembali reli.

 

Bukanlah pemotongan pajak yang menambah Penjualan Ritel AS bulan April, bukanlah penguatan suku bunga agresif yang diekspektasikan oleh petinggi The Fed John Williams, bukanlah juga pernyataan hawkish dari beberapa petinggi The Fed yang lain yang buat Dolar AS menguat sekali lagi, kata De Garis pada Business Insider.

 

Peluang semacam ini dikarenakan re-evaluasi pada daya tarik yield obligasi AS serta momentum atau gerakan teknikal, ” katanya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses