Pasangan EURUSD jatuh sesudah inflasi Zone Euro untuk bulan April dilaporkan melambat. Biro Statistik Eurostat melaunching laporan itu pada Rabu 16Mei sore hari ini. Inflasi tahunan Zone Euro ada pada posisi 1. 2 % di bulan April, melemah dari 1. 3 % posisi bulan Maret.
Sedangkan dalam rentang YoY, inflasi Zone Euro ada pada posisi 1. 9 %. Keadaan ini diperkirakan juga akan menaikkan beban untuk Bank Sentral Eropa ECB untuk keluar dari kebijakan moneter longgar.
Beberapa petinggi ECB masih tetap memperdebatkan bagaimana penyelesaian skema pembelian obligasi sejumlah 2. 55 triliun euro yang sudah dikerjakan mulai sejak tiga tahun kemarin.
Aksi itu di ambil untuk mendorong naik tingkat inflasi Zone Euro. Namun sebenarnya, susah sekali untuk menjangkau sasaran 2 %. Akan berakhirnya stimulus moneter ECB dijagokan jadi aspek terpenting yang juga akan mendorong naik mata uang Euro. Sayangnya, laporan inflasi pada bulan ini belum juga mensupport dibuktikannya hal itu.
Dalam Jangka Pendek, Euro Masih tetap Tertekan
EURUSD jeblok dari posisi 1. 184 menuju posisi 1. 179 membuat posisi rendah baru. Sedang EURGBP melemah ke angka 0. 8756.
Terkecuali karena laporan inflasi Final, Euro juga tertekan oleh ketidaksamaan yield obligasi pada Jerman serta Italia ke-2 negara itu adalah negara ekonomi terkuat pertama serta ke-3 di Zone Euro. Jadi info, Italia tengah dirundung gejolak politik, karena perjanjian pada Partai Lima Bintang serta Liga diprediksikan juga akan dibuktikan hari ini.
Akan tetapi, ahli Nomura, Jordan Rochester, menyebutkan kalau reaksi Euro sore hari ini belum juga jadi reaksi yang bermakna, karena masih tetap adalah refleksi dari perkiraan pasar yang memanglah telah mengekspektasikan ada menurunnya saat pendek.
Konsentrasi untuk memastikan gerakan Euro sesudah ini yaitu pidato Presiden ECB Mario Draghi, yang dijadwalkan juga akan di gelar malam hari ini jam 19 : 00 WIB.





