Beranda Analisa Forex Dolar Australia Tergelincir Akibat Virus

Dolar Australia Tergelincir Akibat Virus

529
0

Pasangan AUD/USD melemah lebih dari 0.3 % ke rata-rata 0.6802 dalam perdagangan 27/1 walau bank dealer terpenting melakukan perbaikan outlook kebijaksanaan bank sentra Australia RBA.

Masalahnya aktor pasar terjangkiti kecemasan berkaitan kekuatan penebaran serta efek wabah virus Corona dengan global. Yuan China serta NZD/USD terpukul oleh sentimen pasar yang sama.

Sampai akhir minggu lantas, tertera telah lebih dari 2700 orang terkana virus Corona di China daratan dengan 80 korban meninggal dunia.

Selain itu, masalah virus Corona diketemukan di Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Australia, serta beberapa negara Asia.

Pemerintah China sudah lakukan banyak usaha untuk mengatasi wabah, dari mulai perpanjang libur Imlek, melarang perdagangan hewan liar, sampai menutup 13 kota yang terjangkit. Tetapi, penyebarannya terus terakselerasi.

Investor serta trader khususnya mencemaskan efek wabah virus Corona pada perkembangan ekonomi China, terutamanya faktor pariwisata, berbelanja customer, serta investasi usaha.

Sesuai dengan itu, outlook mata uang China serta beberapa negara partner dagangnya turut lebih buruk.

Tembaga serta minyak mentah, keduanya terpampang pada keinginan China, roboh.

Keduanya melepas sejumlah besar kenaikan cepat yang didapat sepanjang Desember saat konsentrasi pada persetujuan dagang AS dengan China serta pemotongan produksi OPEC mengangkat harga ke-2 komoditas, kata Ole Hanson.

Dengan beberapa kota terblokade serta banyak pekerjaan diurungkan, perekonomian China akan harus mempertimbangkan capaian wabah seutuhnya serta alami pukulan ekonomi sepanjang kuartal pertama.

Lepas dari itu, berita dalam negeri Australia sebetulnya cukup konstan. Westpac, salah satunya bank paling besar di Australia, mengatakan tidak memprediksi pemotongan suku bunga RBA pada tanggal 4 Februari akan datang.

Westpac sekarang mensinyalir RBA akan memotong suku bunga dari 0.75 % ke 0.5 % pada bulan April, diikuti pemotongan penambahan sebesar 25 basis point pada bulan Agustus.

Perkiraan Westpac itu searah dengan dua bank paling besar Australia yang lain, yakni ANZ Bank serta Commonwealth Bank of Australia CBA. Resikonya,

Sebelum launching data ketenagakerjaan Desember yang nyatanya benar-benar kuat, kami memprediksi pemotongan suku bunga pada Februari serta Juni, kata Bill Evans.

Dengan penangguhan proses pelonggaran moneter ini, forecast kami mengenai penurunan AUD ke USD0.66 pada Maret sudah direvisi jadi AUD bertahan seputar USD0.68 pada Maret.

Selanjutnya melemah ke USD0.66 pada kuartal Juni sesudah pemotongan suku bunga yang direncanakan berlangsung pada April.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses