Beranda Analisa Forex Euro Belum Mampu Beranjak Dari Zona Merah

Euro Belum Mampu Beranjak Dari Zona Merah

467
0

Euro masih juga dalam desakan serta turun berturut-turut sepanjang dua hari paling akhir sampai jatuh ke rekor paling rendah semenjak Desember pada session akhir minggu 24/Januari.

Pelemahan cepat diduga berlangsung karena pasar memandang pengakuan ECB pada Kamis minggu tempo hari jadi suatu hal yang lebih dovish dibanding harapan, meskipun bank sentra tidak mengubah kebijaksanaan apa saja.

Kenaikan data PMI Manufaktur yang dikeluarkan Jumat minggu kemarinpun tidak berhasil menggairahkan sentimen aktor pasar kembali, sebab angka indeks masih juga dalam ruang kontraksi.

Saat rapat hari Kamis, bank sentra Eropa ECB menginformasikan peluncuran ulasan kebijaksanaan strategis pada arah kebijaksanaan serta langkah kerja biasa Dewan Gubernur.

Selain itu, ECB biarkan suku bunga masih -0.5 % dan memverifikasi berlanjutnya program Quantitative Easing QE.

Presiden ECB Christine Lagarde memperjelas jika arah kebijaksanaan moneter longgar selalu berkaitan untuk sekarang, sebab pergerakan inflasi serta outlook perkembangan Zone Euro masih relatif lemah.

Pengakuan Lagarde saat rapat minggu tempo hari sebetulnya hampir sama dengan pengakuan yang dikatakan sesudah rapat-rapat awalnya.

Namun, aktor pasar bisa jadi memandang peluncuran ulasan kebijaksanaan jadi salah satunya sumber ketidakpastian baru.

Reaksi pasar pada ECB mengagetkan buat kami. Kami tidak menganggap jadi rapat yang dovish. Memang, pergerakannya samar, kecepatannya lamban.

Tetapi neraca efek bergerak serta ulasan strategis yang sedang berjalan ini tidak bermakna kebijaksanaan dibekukan. Beberapa data selanjutnya akan penting, kata Ruben Segura-Cayuela, seorang ekonom dari BofA Global Research.

Meskipun begitu kami anggap pembicaraan sekitar penilaian efek ECB berubah ke netral akan makin meluas.

Publikasi data Purchasing Managers’ Index preliminer Jumat tempo hari jelas belum memberi keinginan buat Euro yang lebih baik.

PMI untuk bidang manufaktur naik dari 46.3 jadi 47.8 pada bulan Januari 2020. Angka itu lebih baik dibandingkan harapan pasar yang cuma 46.8, tapi masih jauh dibawah tingkat 50 yang memisahkan keadaan kontraksi serta ekspansi.

Di lain sisi, PMI untuk bidang layanan justru terkoreksi dari 52.8 jadi 52.2. Resikonya, PMI Komposit statis pada posisi 50.9, tidak berhasil bertambah ke 51.2 seperti diinginkan oleh beberapa ekonom.

Akan tetapi masih cermati dengan teknikal untuk tindakan rebound euro pada mata uang penting yang lain. Yang peluang dapat berlangsung di minggu ini berdasar gerakan candlestick time frame 1 hari.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses