Dolar AS terus bergerak naik ke level teratas 1 minggu untuk sejumlah mata uang hari Selasa karna spekulasi kalau Presiden AS Donald Trump cenderung untuk pilih calon Ketua Federal Reserve yang juga akan relatif menambah suku bunga secara lebih cepat.
Greenback juga di dukung dari imbal hasil Treasury 2-tahun AS yang menjangkau level yang tertinggi dari 9 tahun hari Selasa. Imbal hasil juga bertambah bersamaan harapan yang berkembang kalau Trump suka pada ekonom Stanford John Taylor untuk memimpin bank sentral AS sesudah masa jabatan Janet Yellen selesai pada bulan Februari 2018.
” Taylor dipandang lebih hawkish dari pada Yellen hingga dibawah pengawasannya, bank sentral mungkin saja juga akan menambah suku bunga utang dengan lebih agresif, yang juga akan menguatkan daya pikat dolar, ” tegas Joe Manimbo, analis dari pasar senior di Western Western Union Business Solutions di Washington.
Data MetaTrader yang dipakai tim FS88 Research Division tunjukkan Dixie atau Indeks Dolar AS, patokan untuk lihat kemampuan greenback pada perdagangan-tertimbang enam mata uang paling utama, pada Selasa yang berakhir dengan bergerak naik 0,24 % di 93, 49. Pada hari Rabu pagi indeks sedikit menurun ke 93,43.
Fed fund futures menunjukkan saat ini beberapa pedagang lihat kesempatan 93 % The Fed juga akan menambah suku bunga pada bulan Desember. Lee Hardman, ekonom mata uang MUFG di London, menyebutkan kalau bank itu tidak berubah pada saat melihat lompatan awal dolar AS pada 3 % serta 5 % apabila Taylor diambil.
Sedangkan dalam perdagangan hari Senin Bloomberg memberikan laporan kalau Trump berkesan dengan Taylor setelah mereka bertemu dengannya pada minggu kemarin.
Trump juga telah menyeleksi Jerome Powell, gubernur Fed selaku penasihat ekonomi utama Trump Gary Cohn ; Yellen, yang masa jabatannya selesai pada bulan Februari serta Kevin Warsh, bekas Gubernur Fed, walau beberapa investor menyebutkan kesempatan untuk Warsh yang semakin mengecil.
Trump diprediksikan juga akan menginformasikan pilihannya sebelumnya lakukan lawatannya ke Asia awal bulan November. Ditaklukkan oleh dolar AS yang lebih kuat, euro tergelincir ke level paling rendah 1 minggu di $1, 1736, lalu selesai negatif 0,25 % di $1, 1766. Untuk hari rabu pagi EUR/USD tampak mendatar di $1, 1772.
Euro tidak bergerak data sentimen ekonomi ZEW Jerman yang ada di 17, 6, dibawah perkiraan beberapa ekonom yakni 20,1. Pasar juga terlihat masih waspada pada euro sebelumnya pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa/ECB yang akan berlangsung minggu depan.






