Dolar AS turun drastis terhadap mata uang utama dalam perdagangan hari ini 4 September di dalam meningkatnya kecemasan pelaku pasar tentang eskalasi konflik dagang dengan Tiongkok. Sedangkan untuk Indeks Dolar AS DXY terdaftar sudah naik 0.40 % ke 95.54 mendekati pembukaan session New York.
Greenback dalam perdagangan hari ini terpantau bergerak menguat terhadap mata uang Euro, Poundsterling, Dolar Australia, Dolar New Zealand, Yen, Swiss Franc, Dolar Kanada, serta mata uang negara berkembang.
Pasangan EUR/USD turun 0.50 % pada perdagangan intraday, GBP/USD menurun 0.30 % ke 1.2835, sesaat NZD/USD menurun 0.72 % ke posisi paling rendah lebih dari 2 tahun berada 0.6552.
Nilai tukar Rupiah juga terpantau turun 0.82 % ke Rp14,930 per Dolar AS. Bahkan juga, sedangkan untuk Gold XAU/USD juga berkurang 0.60 % ke 1193.48.
Komentar publik buat satu proposal yang berisi aplikasi tarif import penambahan dari pemerintah AS atas beberapa barang yang dihadirkan dari Tiongkok, akan selesai di hari Kamis yang akan datang.
Kemudian, Presiden AS Donald Trump langsung dapat menerapkannya buat import dari Tiongkok sejumlah USD200 Miliar dengan selekasnya ataupun dalam sekian waktu ke depan.
Dolar AS kelihatannya jadi mata uang perlindungan pilihan pelaku pasar saat kecemasan tentang perang dagang bertambah minggu ini, serta itu menyebabkan permasalahan buat beberapa negara berkembang, tutur Richard Falkenhall, ahli taktik senior di SEB Stockholm, pada Reuters.
Permasalahannya, pelaku pasar global takut jika beberapa negara berkembang akan menjadi korban terburuk di dalam eskalasi perang dagang.
Status Dolar AS menjadi mata uang cadangan devisa utama di beberapa negara, membuatnya condong menguat di dalam perseteruan perdagangan.
Menurut data Reuters serta Commodity Futures Trading Commission, tempat trading di pasar finansial AS juga seutuhnya memihak penguatan Dolar AS, dengan jumlahnya pemegang kontrak paling tinggi semenjak Januari 2017.
Data-data ekonomi yang akan launching dalam beberapa waktu ke depan dari AS, dapat menjadi menggerakkan reli Greenback selanjutnya.
Permasalahannya, tidak hanya data indeks ISM Manufaktur yang akan launching malam hari ini 21:00, ada juga data Nonfarm Payroll NFP yang akan diumumkan di hari Jumat. Kedua-duanya diketahui menjadi data ekonomi berefek besar sekali di pasar forex.







