Dolar AS masih tetap menjaga penguatannya meskipun mesti terseok-seok. Mata uang itu sudah sempat kembali pada kisaran 110-an yen, rebound dari level rendah dua minggu berkenaan dengan meredanya tindakan penghindaran resiko.
Disamping itu, Indeks Dolar yang mengukur kemampuan Dolar pada enam mata uang mayor konstan di angka 94. 663, sesudah naik 0. 4 % yang tadi malam. Perseteruan dagang global serta suku bunga Fed masih tetap jadi sorotan beberapa aktor pasar untuk memprediksi gerakan USD setelah itu.
Waktu berita itu ditulis di session perdagangan Rabu 27Jun pagi itu, USDJPY tergelincir ke angka 109. 92, namun masih tetap cukup jauh dari level 109. 42 yang terwujud di awal minggu. Di session pada awal mulanya, USDJPY sudah sempat menyentuh level 110. 110. Di segi lainnya, EURUSD masih tetap bergerak di level rendah dengan diperjualbelikan di angka 1. 1656. Pair itu turun dari angka 1. 1676 pada hari Selasa kemarin.
Perseteruan perdagangan global dikarenakan keputusan Donald Trump diekspektasikan masih tetap bakal jadi gosip yang membayangi pasar finansial. Yen yang berperan jadi safe haven bakal menguat jika tensi perseteruan bertambah.
Yang paling baru, AS nyaris menyelesaikan ketentuan bea import 20 % untuk mobil-mobil yang laporanng dari Uni Eropa.
Selain itu, yang tadi malam Presiden Trump mengamuk sesudah tahu gagasan perusahaan motor gede Harley Davidson untuk mengubahkan produksinya ke luar negeri.
Lepas dari kondisi itu, beberapa analis mempunyai pandangan bermacam pada perform Dolar AS ke depan. Masafumi Yamamoto, Kepala Paka Taktik Forex di Mizuho Securities mengekspektasikan Dolar masih tetap lesu di dalam ketidakpastian keputusan perdagangan AS.
Dolar kehilangan pegangan dari yield obligasi AS, yang sekarang ini tengah tak terukur. Sekali lagipula, susah untuk menaksir aksi pemerintahan Trump setelah itu pada gosip perdagangan apakah semakin lebih konservatif atau mungkin lebih longgar, kata Yamamoto.
Demikian sebaliknya, Gary Kerdus yang menjabat jadi eksekutif muda dari institusi pembayaran global XEdotcom melihat yakin bullish Dolar.
Saya masih tetap memiliki pendapat kalau Dolar mempunyai ruangan untuk menguat sekali lagi pada mata uang-mata uang mayor mengingat keputusan moneter AS yang lebih hawkish dibanding dengan bank-bank sentral yang lain, papar Kerdus.
Pendapat Gary Kerdus memanglah cukup sama, lebih utama lantaran Presiden The Fed untuk lokasi Dallas, Robert Kaplan, mengungkap apa yang diyakininya bakal Rate Hike The Fed Selasa kemarin. Kaplan menyampaikan kalau keputusan moneter bank sentral sekarang ini masih tetap akomodatif untuk kenaikan suku bunga 2 x sekali lagi di tahun 2018.






