DXY terpendam di bawah tingkat 94.00 dalam perdagangan 2 hari paling akhir ini 29/7. Ketidakberhasilan AS membendung penebaran virus Corona sudah menggugurkan keinginan pasar pada potensial pemulihan ekonomi negeri adidaya itu.
Federal Reserve sebagai bank central AS diprediksikan akan sangat terpaksa mengambil kebijaksanaan moneter yang semakin longgar untuk menyokong perekonomian.
Pasangan EUR/USD masih bertahan pada rekor posisi tertinggi dalam hampir 2 tahun paling akhir.
Pasangan USD/JPY terbenam makin dalam di bawah tingkat 105.00, sesaat USD/CHF masuk ke rekor paling rendah dari sejak Juni 2015.
Depresiasi Greenback mengambil sumber dari pesimisme pasar pada potensial pemulihan ekonomi AS dibandingkan negara maju lain.
Data kepercayaan customer AS turun dari 98.3 jadi 92.6 dalam hasil survey bulan Juli 2020, jatuh untuk kali pertamanya dalam dua bulan paling akhir.
Ini memverifikasi kecemasan pasar mengenai efek jelek pandemi pada mengonsumsi warga. Walau sebenarnya, kesibukan mengonsumsi berperan terbesar pada perkembangan ekonomi AS.
Investor tetap akan mengawasi perkembangan jumlah masalah COVID-19, sekaligus juga menyorot pengakuan bank central AS yang ditegaskan pada pagi hari kelak.
Beberapa analis menulis ada peluang The Fed akan memberikan signal untuk menjaga suku bunga super rendah dalam periode waktu semakin lama, hingga menggerakkan keruntuhan nilai ganti USD.
Karena kecemasan mengenai gelombang ke-2 infeksi COVID-19, pasar memikir Federal Reserve peluang ambil tempat kebijaksanaan dovish, tegas Yujiro Goto dari Nomura Securities, seperti dikutip oleh Reuters.
Di lain sisi, beberapa aktor pasar memandang dolar AS akan alami pullback sebab tempat sekarang ini telah begitu rendah. Tapi diperlukan tegaslis yang relevan untuk mengangkat kembali lagi nilai ganti Greenback.
Tegaslis ini bisa mengambil sumber dari pengakuan The Fed atau pengesahan budget fiskal penambahan untuk mengatasi COVID-19.
Beberapa wakil rakyat AS terus berseteru mengenai berapakah besar rangsangan penambahan yang diperlukan untuk menalangi kemerosotan ekonomi.
Gedung Putih serta partai Republik awalannya sudah menyetujui budget sebesar USD1 Triliun, tapi partai Demokrat tuntut budget memiliki ukuran semakin besar serta minta perpanjangan buat tunjangan USD600 per minggu buat pengangguran karena COVID-19.






